BPS Catat Sektor Pertanian Jadi Penopang Utama Ekonomi Nasional Kuartal I-2026
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal I-2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan, melampaui proyeksi konsensus para analis. Hal ini ditegaskan dalam rilis data di Jakarta pada Kamis, 7 Mei 2026, yang menunjukkan kontribusi sektor pertanian menempati posisi ketiga sebagai penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB).
Secara rinci, terdapat lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap PDB nasional pada awal tahun 2026. Kelima sektor tersebut meliputi industri pengolahan (19,07 persen), perdagangan (13,28 persen), pertanian (12,67 persen), konstruksi (9,81 persen), dan pertambangan (8,69 persen).
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyambut positif data tersebut sebagai konfirmasi atas ketepatan arah kebijakan pemerintah. Ia menegaskan bahwa sektor pertanian kini berperan sebagai penggerak utama dan solusi bagi ekonomi nasional ketika sektor lain mengalami tekanan.
Dampak Kebijakan dan Panen Raya
Dari sisi sumber pertumbuhan, BPS mencatat sektor pertanian mampu menyumbang 0,55 poin persentase secara nasional. Pada tahun sebelumnya, sektor ini menjadi sumber pertumbuhan tertinggi dengan kontribusi 1,11 poin persentase akibat lonjakan panen raya serta peningkatan produksi padi dan jagung.
Mentan Amran menjelaskan bahwa stabilitas ini merupakan hasil dari orkestrasi besar kebijakan struktural yang berjalan secara konsisten. Peningkatan produksi, lonjakan angka ekspor, dan penekanan impor menjadi bukti nyata bahwa fondasi pertanian Indonesia semakin mandiri.
Penguatan sektor pangan dinilai tidak terlepas dari langkah terstruktur di lapangan guna memastikan kuantitas produksi meningkat, petani terlindungi, dan ketersediaan pangan terjaga. Sepanjang tahun 2025 lalu, PDB sektor pertanian mencatatkan pertumbuhan 5,74 persen yang menjadi rekor tertinggi dalam 25 tahun terakhir.
Momentum positif dari pertumbuhan tersebut terus dipertahankan secara stabil hingga awal tahun 2026. Melalui kombinasi deregulasi, modernisasi, serta penguatan kebijakan harga, pemerintah menempatkan sektor pangan sebagai jangkar stabilitas ekonomi sekaligus fondasi swasembada yang berkelanjutan.
Disarikan dari sumber resmi infopublik.id