Logo
Home Berita

Keselamatan Prioritas KAI, Belasan Ribu SDM Operasional Ditargetkan Tersertifikasi

Oleh Redaksi 07 May 2026
Keselamatan Prioritas KAI, Belasan Ribu SDM Operasional Ditargetkan Tersertifikasi
Keselamatan Prioritas KAI, Belasan Ribu SDM Operasional Ditargetkan Tersertifikasi — infopublik.id
PT KAI memprioritaskan keselamatan operasional dengan menargetkan lebih dari 18 ribu pekerja memiliki sertifikasi di berbagai bidang strategis pada 2026.

Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM) dan sistem operasional demi menjaga keselamatan perjalanan kereta api di Indonesia. Komitmen tersebut disampaikan oleh Vice President Corporate Communication PT KAI, Anne Purba, melalui siaran pers pada Kamis (7/5/2026).

Anne menjelaskan, keselamatan perjalanan kereta api dibangun melalui kompetensi, ketelitian, kedisiplinan, dan kepatuhan terhadap prosedur operasional. Setiap tahapan harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh insan perkeretaapian.

"Kereta api merupakan moda transportasi yang memiliki sistem operasional sangat detail. Setiap petugas memegang peran penting dan seluruh proses harus berjalan presisi," ujar Anne.

Peningkatan Jumlah SDM Tersertifikasi

Sebagai langkah penguatan kompetensi, KAI terus meningkatkan jumlah pekerja tersertifikasi setiap tahunnya. KAI mencatat adanya peningkatan dari 14.150 pekerja tersertifikasi pada 2022 menjadi 19.167 pekerja pada 2025.

Pada 2026, KAI menargetkan sebanyak 18.297 pekerja tersertifikasi di berbagai bidang operasional strategis. Target tersebut meliputi 4.129 Awak Sarana Perkeretaapian (ASP), 440 ASP Khusus, 2.260 Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA), 229 Pengendali Kereta Api, dan 1.542 Asisten PPKA.

Tenaga prasarana juga mendapat perhatian penuh, mencakup 1.482 perawat jalan rel dan jembatan, 1.437 perawat fasilitas operasi, dan 1.854 pemeriksa jalan rel. Selain itu, sertifikasi juga menyasar 2.652 pemeriksa sarana, 1.990 perawat sarana, dan 163 Penjaga Jaga Lintas (PJL).

Mitigasi Risiko dan Kolaborasi Keselamatan

Setiap pekerja operasional wajib melalui pendidikan, pelatihan, dan uji kompetensi bersama Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebelum bertugas. Keputusan petugas di lapangan dituntut selalu cepat, tepat, dan sesuai prosedur untuk menghadapi berbagai kondisi.

Selain peningkatan kualitas SDM, KAI rutin mengecek sarana dan prasarana melalui inspeksi langsung oleh petugas bersertifikat khusus. Perusahaan juga memanfaatkan aplikasi Safety Railway Information (SRI) guna memudahkan pegawai melaporkan potensi bahaya atau kendala keselamatan.

Di sisi lain, operasional kereta api sering dihadapkan pada tantangan eksternal seperti cuaca ekstrem, bangunan liar, hingga ketidakdisiplinan pengguna jalan. Oleh karena itu, KAI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, aparat kewilayahan, dan masyarakat guna menjaga kelancaran perjalanan.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin