Logo
Home Berita

Kemtrans Terjunkan 1.458 Anggota Tim Ekspedisi Patriot ke Pelosok Negeri pada 2026

Oleh Redaksi 05 May 2026
Kemtrans Terjunkan 1.458 Anggota Tim Ekspedisi Patriot ke Pelosok Negeri pada 2026
Kemtrans Terjunkan 1.458 Anggota Tim Ekspedisi Patriot ke Pelosok Negeri pada 2026 — infopublik.id
Kementerian Transmigrasi akan menerjunkan 1.458 anggota Tim Ekspedisi Patriot pada 2026 untuk mendampingi masyarakat di 53 kawasan transmigrasi.

Kementerian Transmigrasi (Kemtrans) bersiap menerjunkan 1.458 peserta Tim Ekspedisi Patriot (TEP) ke 53 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia. Rencana pengerahan lulusan perguruan tinggi untuk mendampingi masyarakat di daerah pelosok ini disampaikan oleh Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara di Jakarta pada Selasa (5/5/2026). Program ini bertujuan memperkuat kehadiran negara dan menjawab kebutuhan riil masyarakat secara langsung.

Mentrans Iftitah menegaskan bahwa arah pembangunan nasional harus menjangkau seluruh pelosok negeri, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyoroti adanya kesenjangan yang nyata di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) seperti Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur. "Bangsa ini membutuhkan lebih dari sekadar wacana. Bangsa ini membutuhkan kehadiran," ujar Iftitah.

Melalui program TEP, Kemtrans ingin membuktikan bahwa pembangunan lahir dari keberanian untuk turun langsung ke lapangan. Para peserta yang diterjunkan pada tahun 2026 akan menjalankan serangkaian kegiatan riset, kajian, serta pendampingan masyarakat secara komprehensif.

Masa Pengabdian dan Tugas Peserta

Pelaksanaan TEP di lapangan akan dibagi menjadi dua masa pengabdian yang berbeda sesuai wilayah penugasan. Peserta yang bertugas di luar Papua akan menjalani masa pengabdian selama empat bulan. Sementara itu, tim yang mengabdi di kawasan Papua akan bertugas lebih lama, yakni selama satu tahun penuh.

Para peserta yang merupakan lulusan D4 atau S1 akan terjun langsung mendampingi petani dan nelayan di berbagai kawasan transmigrasi. Mereka juga ditugaskan untuk membantu proses pendidikan di sekolah, mendukung layanan kesehatan, serta berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur dasar. Selain itu, kehadiran generasi muda ini diharapkan mampu memperkuat pergerakan ekonomi lokal.

Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Seleksi

Program TEP melibatkan kolaborasi dengan sepuluh perguruan tinggi terbaik di Indonesia, termasuk Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Bandung. Meski demikian, Mentrans menegaskan bahwa pendaftaran juga terbuka lebar bagi lulusan sarjana dari kampus swasta maupun perguruan tinggi lainnya di seluruh penjuru Tanah Air. "Transmigrasi bukan tentang siapa yang paling hebat, ini tentang siapa yang menjawab ketika bangsanya memanggil," tegasnya.

Seluruh pendaftar akan melewati tahapan seleksi ketat yang hasil akhirnya dijadwalkan untuk diumumkan pada Juni 2026. Selanjutnya, para peserta yang lolos akan menerima pembekalan intensif pada bulan Juli sebelum diberangkatkan menuju daerah penugasan masing-masing. Melalui gerakan kepemudaan ini, Kemtrans berharap lahir generasi pelopor pembangunan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin