Logo
Home Berita

Dapur SPPG Jogjogan Silma 2 Bogor Tingkatkan Kapasitas, Layani 2.916 Penerima MBG

Oleh Redaksi 03 May 2026
Dapur SPPG Jogjogan Silma 2 Bogor Tingkatkan Kapasitas, Layani 2.916 Penerima MBG
Dapur SPPG Jogjogan Silma 2 Bogor Tingkatkan Kapasitas, Layani 2.916 Penerima MBG — bgn.go.id
Dapur SPPG Jogjogan Silma 2 di Kabupaten Bogor kini sukses melayani 2.916 penerima manfaat MBG. Kapasitas layanan Badan Gizi Nasional terus meningkat.

Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jogjogan Silma 2 milik Badan Gizi Nasional di Kabupaten Bogor sukses melayani 2.916 penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sejak mulai beroperasi pada 24 November 2025, dapur ini terus meningkatkan kapasitas pelayanannya secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Peningkatan dari jumlah awal sebanyak 1.670 penerima ini didukung penuh oleh kesiapan teknis dan kehadiran tenaga juru masak bersertifikat.

Kepala SPPG Jogjogan Silma 2, Didin, menyebutkan bahwa penambahan kuota penerima dilakukan setelah dapur dinilai benar-benar siap. "Karena chef kami sudah bersertifikat, kapasitas bisa ditingkatkan sehingga sekarang mencapai 2.916 penerima manfaat," ujar Didin. Implementasi program dari pemerintah pusat ini juga terpantau mendapatkan respons yang sangat positif dari masyarakat luas.

Antusiasme Siswa dan Warga Lokal

Dukungan penuh dari pihak sekolah dan orang tua dinilai berperan besar dalam mempercepat penerimaan program pemenuhan gizi anak ini. Antusiasme yang tinggi bahkan membuat sejumlah siswa yang sedang dalam kondisi kurang sehat tetap bersikeras hadir ke sekolah. Mereka tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mendapatkan makanan bergizi gratis tersebut.

Selain berdampak pada perbaikan gizi peserta didik, keberadaan SPPG juga memberikan efek positif secara sosial dan ekonomi bagi warga sekitar. Tingginya minat masyarakat lokal untuk terlibat sebagai tenaga kerja terlihat dari besarnya jumlah pendaftar relawan dapur. Pada tahap awal rekrutmen, jumlah pendaftar tercatat mencapai sekitar 100 orang.

Karena kebutuhan tenaga kerja di dapur tersebut hanya sebanyak 47 orang, sebagian pelamar akhirnya dialokasikan ke dapur lain di wilayah terdekat. "Kami upayakan tetap ada pemerataan dengan dapur lain agar semua dapat berpartisipasi," jelas Didin. Program ini terbukti secara langsung berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan warga lokal yang terlibat.

Harapan dan Perluasan Program

Didin menceritakan bahwa program ini membantu menstabilkan ekonomi para relawan dapur yang sebelumnya hanya bekerja serabutan. Ke depan, ia berharap agar inisiatif pemenuhan gizi dari Badan Gizi Nasional ini dapat terus berlanjut secara konsisten. Dengan perluasan cakupan, manfaatnya diharapkan akan dirasakan oleh lebih banyak anak dan masyarakat yang membutuhkan.

"Harapan saya program ini terus berjalan karena sangat membantu anak-anak yang membutuhkan pemenuhan gizi," tutur Didin. Ia juga menekankan betapa pentingnya menjaga nilai kemanusiaan dalam setiap pelaksanaan program di lapangan. "Selama kita bisa memanusiakan manusia, insyaallah pekerjaan kita akan lancar," tutupnya.

Disarikan dari sumber resmi www.bgn.go.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin