Logo
Home Berita

Presiden Prabowo Dialog Langsung dengan Buruh pada Peringatan May Day 2026 di Monas

Oleh Redaksi 01 May 2026
Presiden Prabowo Dialog Langsung dengan Buruh pada Peringatan May Day 2026 di Monas
Presiden Prabowo Dialog Langsung dengan Buruh pada Peringatan May Day 2026 di Monas — infopublik.id
Peringatan May Day Jumat, 1 Mei 2026 di Monas jadi ruang dialog. Presiden Prabowo merespons langsung tuntutan buruh soal upah, perumahan, hingga ojol.

Ribuan buruh memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day, Jumat, 1 Mei 2026. Aksi yang biasanya diwarnai unjuk rasa satu arah kini bertransformasi menjadi ruang dialog terbuka antara pekerja dan pemerintah. Presiden Prabowo Subianto hadir langsung untuk mendengarkan serta merespons berbagai aspirasi ketenagakerjaan secara solutif.

Sejak pukul 08.00 WIB, massa buruh telah datang membawa berbagai harapan dan kegelisahan terkait persoalan kesejahteraan mereka. Isu utama yang diangkat meliputi upah layak, penghapusan sistem outsourcing, serta perlindungan bagi pekerja informal seperti pengemudi ojek online.

Kebijakan Perumahan dan Fasilitas Pekerja

Dalam dialog tersebut, Presiden menyampaikan sejumlah langkah kebijakan untuk menjawab aspirasi buruh. Salah satunya adalah rencana pembangunan fasilitas tempat penitipan anak (daycare) di kawasan industri. Fasilitas ini ditujukan untuk mendukung pekerja, khususnya perempuan, agar dapat menyeimbangkan peran kerja dan keluarga.

Pemerintah juga menargetkan pembangunan minimal satu juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk kaum buruh. Hunian ini dirancang agar terjangkau dan terintegrasi dengan akses pendidikan, kesehatan, olahraga, serta transportasi. Langkah ini diharapkan mampu mengatasi persoalan klasik di mana 20 hingga 30 persen penghasilan buruh habis untuk biaya sewa tempat tinggal.

"Ke depan, kami ingin agar pengeluaran tersebut bisa dialihkan menjadi cicilan rumah, sehingga buruh memiliki hunian sendiri," ujar Presiden dari atas panggung perayaan. Selain itu, pemerintah berupaya memperkuat akses kredit rakyat dengan suku bunga maksimal 5 persen per tahun.

Perlindungan Pekerja Informal dan Sektor Lainnya

Isu penting lainnya datang dari pekerja sektor transportasi digital yang keberatan dengan besarnya potongan aplikasi. Menanggapi hal itu, Presiden menyatakan potongan dari aplikator ojek online diupayakan turun dari sekitar 20 persen menjadi maksimal 10 persen. Pemerintah menegaskan akan bertindak tegas terhadap perusahaan yang tidak mematuhi kebijakan tersebut.

Perhatian juga diberikan kepada pekerja sektor kelautan melalui ratifikasi ketentuan internasional tentang perlindungan pekerja perikanan. Sebagai bentuk perluasan perlindungan sosial, pemerintah berencana membangun ribuan kampung nelayan secara bertahap bagi pekerja yang selama ini kurang tersentuh kebijakan.

Di sisi regulasi, pemerintah mendorong percepatan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan agar memberikan kepastian hukum yang berpihak pada buruh. Kebijakan lain yang turut disiapkan meliputi dukungan tunjangan hari raya (THR) bagi kurir dan perluasan kesempatan kerja untuk penyandang disabilitas.

Transformasi Penyampaian Aspirasi

Sejumlah pimpinan serikat buruh mengapresiasi kehadiran Presiden yang dinilai menunjukkan komitmen nyata pemerintah dalam mendengar suara pekerja. Suasana di kawasan Monas tetap berlangsung tertib dan kondusif berkat kerja sama aparat keamanan dan panitia acara.

Momentum May Day tahun ini membuktikan adanya perubahan pendekatan dari aksi demonstrasi menjadi ruang dialog yang lebih terbuka. Menjelang waktu salat Jumat, para buruh masih bertahan di Monas dengan harapan baru agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar membawa perubahan nyata dalam kesejahteraan mereka.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin