Mendikdasmen Tetapkan Lima Strategi Pendidikan Bermutu pada Hardiknas 2026
Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan lima kebijakan strategis untuk mewujudkan pendidikan bermutu menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Jumat (1/5/2026). Langkah ini menjadi momentum refleksi sekaligus penegasan arah baru transformasi pendidikan di Indonesia agar kembali pada esensi utamanya.
Abdul Mu'ti menjelaskan, pendidikan harus memanusiakan manusia melalui ilmu, kasih sayang, dan pembinaan. Menurutnya, pendidikan bukan sekadar transfer pengetahuan, melainkan proses membangun karakter dan kualitas sumber daya manusia (SDM) secara utuh.
"Pendidikan adalah proses menemukan dan menumbuhkembangkan potensi manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia. Intinya adalah memuliakan manusia," ujar Mendikdasmen. Hal ini dinilai selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang memprioritaskan pembangunan SDM unggul.
Pendekatan Pembelajaran Mendalam
Sebagai langkah konkret, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai program prioritas. Pendekatan ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dari dalam kelas yang diyakini sebagai inti perubahan.
"Jika ingin memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Dan jika ingin memperbaiki pendidikan, mulailah dari kelas," tegas Abdul Mu'ti. Untuk mendukung implementasi pendekatan ini, pemerintah menetapkan lima kebijakan strategis yang diupayakan secara komprehensif.
Lima Kebijakan Strategis Kemendikdasmen
Kebijakan pertama mencakup percepatan pembangunan, revitalisasi satuan pendidikan, serta digitalisasi pembelajaran. Hingga tahun 2025, program ini telah menyasar 16.167 sekolah dengan distribusi papan interaktif digital di lebih dari 288.000 sekolah.
Kedua, penguatan kualitas, kompetensi, dan kesejahteraan guru melalui beasiswa, perluasan pelatihan, hingga peningkatan insentif sertifikasi. Ketiga, penguatan karakter lewat budaya sekolah yang aman, sehat, resik, dan indah (ASRI), termasuk dukungan penuh pada program Makan Bergizi Gratis.
Keempat, peningkatan capaian pendidikan melalui penguatan literasi, numerasi, pengembangan STEM, dan implementasi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Kelima, perluasan akses pendidikan inklusif dan fleksibel lewat sekolah satu atap, sekolah terbuka, serta penguatan pendidikan anak berkebutuhan khusus.
Menutup amanatnya, Mendikdasmen mengingatkan bahwa keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada pola pikir, mentalitas, dan misi yang kuat. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi mewujudkan pendidikan inklusif yang cerdas, maju, dan bermartabat.
Disarikan dari sumber resmi infopublik.id