Logo
Home Berita

Presiden Umumkan Pembentukan Satgas Mitigasi PHK

Oleh Redaksi 01 May 2026
Presiden Pimpin Peringatan Hari Buruh 2025
Presiden Pimpin Peringatan Hari Buruh 2025
Presiden menegaskan negara hadir lebih awal untuk mendeteksi dan mencegah terjadinya potensi gelombang PHK

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Nasional. Presiden menyampaikan langsung di hadapan ratusan ribu buruh saat menghadiri puncak peringatan Hari Buruh Internasional di kawasan Monumen Nasional Jumat (1/5).

Langkah strategis ini diambil sebagai respons cepat pemerintah dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang berdampak pada stabilitas sektor ketenagakerjaan di tanah air. Di hadapan ratusan ribu buruh yang memadati lokasi aksi, Presiden menegaskan bahwa negara harus hadir lebih awal untuk mendeteksi sekaligus mencegah terjadinya potensi pengurangan tenaga kerja secara masif di berbagai sektor industri.

Presiden menjelaskan bahwa Satgas Mitigasi PHK ini akan bekerja lintas kementerian dan lembaga dengan fokus utama pada pemetaan industri yang sedang mengalami tekanan hebat. Satuan tugas tersebut diberikan mandat untuk melakukan intervensi dini melalui kebijakan fiskal maupun insentif khusus bagi perusahaan yang berkomitmen untuk tidak melakukan PHK. Menurut Presiden, perlindungan terhadap keberlangsungan kerja adalah fondasi utama dari kedaulatan ekonomi nasional, sehingga pemerintah tidak akan membiarkan para pekerja berjuang sendirian di tengah ketidakpastian pasar internasional.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya tidak ingin melihat para pejuang ekonomi bangsa kehilangan penghidupan karena hantaman badai ekonomi dunia. Beliau menyatakan bahwa pemerintah membentuk Satgas Mitigasi PHK sebagai perisai bagi seluruh pekerja Indonesia agar jika ada riak di satu sektor, negara sudah berdiri di sana untuk memberikan perlindungan dan mencari jalan keluar sebelum PHK terjadi. Presiden juga menginstruksikan agar satgas tersebut bekerja dengan kecepatan tinggi dan tanpa birokrasi yang berbelit, karena urusan dapur rakyat tidak bisa menunggu proses administrasi yang panjang.

Selain fokus pada pencegahan, satgas tersebut juga diinstruksikan untuk menyusun skema perlindungan sosial yang lebih adaptif bagi para pekerja yang terdampak. Presiden menekankan pentingnya sinkronisasi data antara pemerintah pusat dan daerah agar bantuan serta program pelatihan ulang bagi pekerja dapat tersalurkan dengan tepat sasaran dan cepat. Hal ini dimaksudkan agar para pekerja yang terpaksa kehilangan pekerjaan memiliki jaring pengaman serta keahlian baru untuk segera terserap kembali ke sektor industri lain yang sedang bertumbuh.

Penegasan mengenai pembentukan satgas ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh massa aksi yang memenuhi kawasan Medan Merdeka. Kehadiran Presiden Prabowo di atas panggung utama menjadi sinyal kuat bahwa isu ketenagakerjaan menduduki prioritas tertinggi dalam agenda pemerintahan saat ini. Dengan dibentuknya Satgas Mitigasi PHK, pemerintah berharap dapat menciptakan iklim industrial yang lebih tenang dan memberikan rasa aman bagi jutaan buruh Indonesia dalam menjalankan aktivitas produksinya demi kemajuan bangsa.

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin