Presiden Prabowo Lepas Baju di Hadapan Massa Saat Peringatan Hari Buruh di Monas
JAKARTA, Penjaga Harapan - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan aksi spontan dengan melepas baju kemeja safari yang dikenakannya saat menghadiri puncak peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Jumat (1/4). Aksi tersebut dilakukan langsung di atas panggung utama di hadapan puluhan ribu buruh yang memadati area tersebut sejak pagi hari.
Peristiwa ini bermula ketika cuaca di sekitar kawasan Ibu Kota terasa sangat terik pada siang hari. Presiden hadir dan memberikan pidato terkait komitmen pemerintah terhadap peningkatan kesejahteraan pekerja,
Usai menyampaikan pidatonya, Presiden Prabowo bernyanyi bersama buruh yang hadir. Tiba-tiba orang nomer satu di Indonesia ini, membuka kemeja safarinya dan menyisakan kaus hitam berlengan pendek. Dalam pidatonya, ia menyatakan bahwa gestur tersebut merupakan bentuk kesetaraan, di mana dirinya dan para buruh sama-sama berkeringat dalam bekerja keras untuk membangun negara.
Aksi tak terduga dari Kepala Negara tersebut seketika disambut dengan gemuruh sorak-sorai dan tepuk tangan dari massa buruh yang hadir. Sejumlah pimpinan konfederasi serikat pekerja yang turut mendampingi di atas panggung merespons positif tindakan tersebut, yang dinilai sebagai simbol kedekatan, solidaritas, serta mencairnya batas protokoler antara pemimpin negara dan kelompok pekerja di lapangan.
Di luar momen pelepasan kemeja, substansi pidato kepresidenan pada May Day 2026 berfokus pada langkah konkret pemerintah dalam merespons tuntutan serikat pekerja. Prabowo menegaskan bahwa kementerian terkait sedang memfinalisasi kajian ulang formula penyesuaian upah minimum nasional untuk menjaga daya beli pekerja dari dampak inflasi, serta memperketat pengawasan terhadap praktik sistem kerja kontrak.
Secara keseluruhan, peringatan Hari Buruh di Monas tahun ini berlangsung dengan aman, kondusif, dan tertib. Pengamanan ketat dilakukan oleh aparat gabungan TNI dan Polri di berbagai titik krusial. Selain Presiden, acara tersebut juga dihadiri oleh Menteri Ketenagakerjaan, Kapolri, serta jajaran pejabat terkait yang turut memantau jalannya penyampaian aspirasi hingga massa membubarkan diri.