Logo
Home Berita

KLH Dorong Pengelolaan Sampah Jadi Peluang Ekonomi Karbon di Sultra

Oleh Redaksi 30 Apr 2026
KLH Dorong Pengelolaan Sampah Jadi Peluang Ekonomi Karbon di Sultra
KLH Dorong Pengelolaan Sampah Jadi Peluang Ekonomi Karbon di Sultra — infopublik.id
KLH/BPLH dorong pengelolaan sampah di Sulawesi Tenggara jadi peluang ekonomi karbon guna menekan emisi gas rumah kaca dan wujudkan ekonomi sirkular.

Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendorong sektor persampahan di Sulawesi Tenggara menjadi peluang strategis pengembangan nilai ekonomi karbon pada Kamis (30/4/2026). Langkah ini bertujuan menekan emisi gas rumah kaca sekaligus mempercepat tata kelola sampah yang terintegrasi di daerah tersebut.

Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon KLH/BPLH, Ary Sudijanto, menyatakan bahwa persoalan sampah sangat erat kaitannya dengan perubahan iklim. Menurutnya, praktik pembuangan terbuka (open dumping) limbah padat domestik di tempat pemrosesan akhir (TPA) memberikan kontribusi besar terhadap emisi karbon.

"Karena itu, pengelolaan sampah perlu dilihat sebagai bagian dari solusi iklim, sekaligus peluang ekonomi melalui skema nilai ekonomi karbon," ujar Ary dalam keterangannya di Jakarta. Ia mengungkapkan bahwa dari sekitar 1.394 ton timbulan sampah per hari di Sulawesi Tenggara, baru 26 persen yang berhasil dikelola secara optimal.

Optimalisasi Tata Kelola dan Kolaborasi

Kondisi persampahan tersebut menunjukkan bahwa perbaikan tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fasilitas, tetapi juga membutuhkan penguatan tata kelola sistem. Berdasarkan data, dari 167 sarana pengelolaan sampah di Sulawesi Tenggara, hanya 110 fasilitas yang aktif dengan kapasitas sekitar 365 ton per hari.

Menghadapi tantangan ini, KLH/BPLH mendorong pendekatan pengelolaan yang menyeluruh, mulai dari pemilahan sampah di sumbernya hingga penguatan fasilitas TPS3R. Pendekatan ini secara langsung diarahkan untuk mendukung terwujudnya ekonomi sirkular dan penurunan emisi karbon yang signifikan.

Sektor persampahan ke depannya berpotensi menjadi sumber pembiayaan alternatif bagi pemerintah daerah melalui kebijakan ekonomi karbon. Berbagai inisiatif menguntungkan dapat terus dikembangkan, mulai dari pemanfaatan biogas di TPA, pengolahan sampah menjadi energi, hingga pemanfaatan biomassa.

Sementara itu, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Muhammad Fadlansyah, berharap forum koordinasi lintas tingkatan pemerintah ini dapat menghasilkan langkah konkret. Ia turut menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam mengelola sampah serta mengembangkan ekonomi karbon di daerahnya.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin