BGN Adopsi Strategi Jepang Tingkatkan Tinggi Badan Lewat Makan Bergizi
Pemerintah Indonesia melalui Badan Gizi Nasional (BGN) berupaya meningkatkan kualitas fisik sumber daya manusia (SDM) dengan mengadopsi strategi pemenuhan gizi ala Jepang. Langkah strategis ini disampaikan oleh Kepala BGN, Dadan Hindayana, dalam acara Forum U25 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) di Makassar pada Selasa (28/4).
Dadan mengungkapkan bahwa Jepang merupakan contoh nyata keberhasilan intervensi gizi terstruktur yang berdampak langsung pada tinggi badan masyarakat. Ia menyebutkan, melalui program makan bergizi yang konsisten, rata-rata tinggi badan laki-laki Jepang meningkat dari 159 sentimeter menjadi sekitar 170 sentimeter dalam kurun waktu 50 tahun.
Keberhasilan di negara tersebut tidak hanya terlihat pada peningkatan fisik, tetapi juga berlanjut pada perubahan gaya hidup sehat secara mandiri. "Awalnya intervensi, setelah itu edukasi, dan pada akhirnya menjadi kebiasaan gaya hidup sehat," jelas Dadan di hadapan para rektor dari 24 PTN-BH.
Program Makan Bergizi Gratis
Tren positif di Jepang juga menunjukkan bahwa peningkatan tinggi badan justru diikuti dengan penurunan berat badan dalam 20 tahun terakhir. Hal tersebut menjadi indikator utama keberhasilan pola hidup sehat yang tidak hanya meningkatkan pertumbuhan, tetapi juga menjaga proporsi tubuh tetap ideal.
Merespons capaian tersebut, BGN menilai pendekatan serupa sangat relevan untuk diterapkan di Indonesia. Upaya ini akan diimplementasikan secara terstruktur melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang secara khusus menyasar kelompok usia kritis.
Intervensi difokuskan pada dua fase penting, yaitu 1.000 hari pertama kehidupan guna mencegah stunting, serta usia sekolah hingga remaja untuk mendukung pertumbuhan fisik secara optimal. Dadan menegaskan, tanpa adanya intervensi menu gizi seimbang yang tepat, potensi genetik anak sejak dalam kandungan tidak akan muncul dan berisiko memicu stunting.
Disarikan dari sumber resmi www.bgn.go.id