Kemen PU Kebut Proyek Bendungan Mbay di NTT, Progres Capai 92 Persen
Pada Jumat (24/4/2026), Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) memastikan percepatan pembangunan Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Progres fisik infrastruktur tersebut telah mencapai 92,12 persen guna memperkuat ketahanan air dan mendukung swasembada pangan nasional.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa infrastruktur sumber daya air memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan. Pembangunan bendungan yang terhubung dari sistem irigasi primer, sekunder, hingga tersier ke lahan pertanian menjadi kunci pencapaian target tersebut.
Bendungan Mbay dirancang memiliki kapasitas tampung yang besar, yakni mencapai 51,74 juta meter kubik air. Infrastruktur ini ditargetkan mampu mengairi 5.899 hektare lahan pertanian dan menyediakan pasokan air baku sebesar 0,21 meter kubik per detik.
Strategi Konstruksi dan Pengadaan Lahan
Selain memberikan manfaat pengairan, Bendungan Mbay berpotensi mereduksi risiko banjir hingga 283,33 meter kubik per detik di wilayah sekitarnya. Proses konstruksinya terus dikebut secara paralel melalui dua paket pengerjaan fisik dan satu paket supervisi.
Lingkup pekerjaan proyek ini mencakup pembangunan bendungan utama, jalan akses, relokasi jalan nasional, serta penyediaan fasilitas operasi. Pada saat bersamaan, Kemen PU juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyelesaikan pengadaan lahan secara bertahap.
Menteri Dody mengingatkan agar pelaksana tidak sekadar mengejar target waktu penyelesaian, tetapi juga menjaga kualitas sesuai standar pengerjaan. Pemerintah optimistis bendungan yang mendekati tahap akhir ini dapat segera beroperasi secara optimal dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat NTT.
Disarikan dari sumber resmi infopublik.id