Logo
Home Berita

BRIN: Ikan Gabus Berpotensi Jadi Superfood Lokal dan Pangan Fungsional

Oleh Redaksi 22 Apr 2026
BRIN: Ikan Gabus Berpotensi Jadi Superfood Lokal dan Pangan Fungsional
BRIN: Ikan Gabus Berpotensi Jadi Superfood Lokal dan Pangan Fungsional — infopublik.id
Peneliti BRIN mengungkap potensi ikan gabus sebagai superfood lokal dan pangan fungsional. Kandungan gizinya berpotensi dukung kemandirian pangan nasional.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan bahwa ikan gabus (Channa striata) memiliki potensi besar sebagai komoditas strategis pangan nasional. Peneliti Pusat Riset Mikrobiologi Terapan BRIN, Ekowati Chasanah, menyebutkan bahwa ikan air tawar ini dapat menjadi superfood lokal dan bahan baku pangan fungsional berbasis inovasi. Pernyataan tersebut disampaikannya melalui keterangan tertulis di Cibinong pada Selasa (21/4/2026).

Menurut Ekowati, ikan gabus memiliki profil gizi unggulan dengan protein berkualitas tinggi yang mudah dicerna. Ikan ini juga kaya akan senyawa bioaktif yang sangat bermanfaat bagi kesehatan masyarakat. "Ikan gabus memiliki kandungan asam amino lengkap, baik esensial maupun non-esensial, yang menjadikannya sangat relevan untuk memenuhi kebutuhan gizi," ujarnya.

Kandungan albumin menjadi salah satu komponen utama yang sangat bernilai pada nutrisi ikan gabus. Albumin adalah protein plasma yang berperan penting menjaga keseimbangan cairan tubuh dan membantu transportasi zat penting seperti hormon. Jika dikombinasikan dengan asam amino, komponen ini akan sangat mendukung proses penyembuhan luka dan pemulihan pascaoperasi.

Hilirisasi untuk Kemandirian Pangan

Selain protein, ikan gabus juga mengandung peptida, asam lemak, dan mikronutrien yang berpotensi memberikan efek antihipertensi. Potensi tersebut membuka peluang pemanfaatan ikan gabus tidak hanya sebagai pangan konsumsi, tetapi juga sebagai bahan baku produk kesehatan. Ekowati menilai peluang ini dapat dikembangkan secara optimal melalui hilirisasi produk, mulai dari ekstrak albumin hingga olahan siap konsumsi.

Diversifikasi produk olahan ikan gabus diyakini mampu meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperluas akses pangan bergizi bagi masyarakat. "Dari sisi ekonomi, hilirisasi ikan gabus berpotensi memperkuat industri pangan lokal dan mendukung kemandirian pangan nasional," jelas Ekowati. Meski begitu, kualitas nutrisi ikan ini sangat dipengaruhi oleh proses penanganan pascapanen dan metode pengolahannya.

Pentingnya Standardisasi dan Kolaborasi

Ekowati menekankan pentingnya penggunaan teknik pengolahan yang tepat, seperti pemanasan tidak langsung, guna menjaga stabilitas kandungan gizi dan senyawa aktif. Standardisasi berbasis riset menjadi kunci utama agar produk turunan ikan gabus memiliki mutu konsisten serta aman dikonsumsi. Oleh sebab itu, pengembangan komoditas unggulan ini memerlukan dukungan riset berkelanjutan dan inovasi teknologi pangan.

Penguatan hilirisasi juga membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat antara pihak peneliti, industri, dan pemerintah. Sinergi ini akan memastikan produk berbasis ikan gabus dapat diproduksi secara massal dan dimanfaatkan luas oleh masyarakat. Di samping itu, edukasi publik juga diperlukan untuk mendorong perubahan pola konsumsi ke arah pangan sehat berbasis sumber daya lokal.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin