Logo
Home Berita

KPK Tegaskan Peran Perempuan sebagai Garda Terdepan Budaya Antikorupsi

Oleh Redaksi 22 Apr 2026
KPK Tegaskan Peran Perempuan sebagai Garda Terdepan Budaya Antikorupsi
KPK Tegaskan Peran Perempuan sebagai Garda Terdepan Budaya Antikorupsi — infopublik.id
KPK menilai perempuan memiliki peran krusial sebagai garda terdepan dalam membangun budaya antikorupsi dan integritas dari lingkungan keluarga hingga publi

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadikan peringatan Hari Kartini pada Selasa (21/4/2026) di Jakarta sebagai momentum menegaskan peran krusial perempuan dalam membangun budaya antikorupsi. Perempuan dinilai sebagai garda terdepan untuk menanamkan nilai integritas mulai dari lingkungan keluarga hingga ruang publik.

Menurut lembaga antirasuah ini, semangat juang R.A. Kartini sangat selaras dengan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Perempuan diakui memiliki posisi penting sebagai agen perubahan yang menanamkan kejujuran, keberanian, dan kepedulian sosial sejak dini.

Pemberantasan korupsi dinilai bukan sekadar tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan gerakan kolektif seluruh elemen masyarakat. Dalam konteks ini, perempuan dapat mengambil peran strategis melalui jalur pendidikan, advokasi, serta keteladanan sehari-hari.

Tantangan Menjaga Integritas

Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati Iskak, menyatakan bahwa integritas harus dimulai dari diri sendiri dan dijaga secara konsisten. Ia meyakini bahwa integritas seorang pemimpin perempuan akan tercermin serta menjadi contoh nyata bagi tim kerjanya.

Yuyuk menambahkan, tantangan terbesar dan ujian integritas justru sering kali muncul di ruang domestik maupun sosial. "Ketika kita konsisten antara apa yang diyakini, diucapkan, dan dilakukan, maka integritas akan tetap terjaga," ungkapnya.

Komitmen Berkelanjutan

Direktur Jejaring Pendidikan (Jardik) KPK, Dian Novianti, menekankan bahwa menjaga integritas merupakan komitmen penuh selama 24 jam dalam seminggu. Sikap luhur tersebut tidak boleh berhenti pada wacana, melainkan harus diwujudkan saat bertindak meski tidak ada yang melihat.

Senada dengan hal itu, seniman Widi Mulia menilai sosok Kartini masa kini adalah perempuan yang berani menolak segala bentuk praktik korupsi. Ia meyakini bahwa pembentukan generasi antikorupsi yang berintegritas harus berakar kuat dari pendidikan di lingkup keluarga.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin