Kementerian PU Rehabilitasi Jaringan Irigasi di Bali demi Ketahanan Pangan
Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) terus merehabilitasi jaringan irigasi di delapan kabupaten Provinsi Bali untuk mendorong produktivitas sektor pertanian. Menteri PU, Dody Hanggodo, pada Selasa (21/4/2026) di Jakarta, menyampaikan bahwa langkah ini dilakukan melalui perbaikan puluhan daerah irigasi demi mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Upaya tersebut merupakan bentuk implementasi Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan dan pemeliharaan jaringan irigasi. Wilayah yang menjadi sasaran perbaikan meliputi Kabupaten Jembrana, Buleleng, Karangasem, Bangli, Badung, Gianyar, Klungkung, dan Tabanan. Penanganan ini bertujuan meningkatkan keandalan layanan air bagi lahan-lahan pertanian di Bali.
Dua Paket Rehabilitasi Irigasi
Pelaksanaan program dilakukan melalui Balai Wilayah Sungai Bali Penida yang pengerjaannya dibagi menjadi dua paket. Pada Paket Satu, pemerintah merehabilitasi 58 daerah irigasi dengan total panjang 69,27 kilometer (km) yang melayani area seluas 3.088 hektare (ha).
Sementara itu, Paket Dua mencakup penanganan 10 daerah irigasi sepanjang 10 km. Selain itu, terdapat rehabilitasi lanjutan jaringan dan saluran tersier di 42 daerah irigasi lainnya dengan panjang mencapai 28,52 km.
Dampak Positif dan Pelestarian Kearifan Lokal
Menteri Dody menegaskan bahwa infrastruktur irigasi menjadi kunci utama dalam mendukung swasembada pangan, pendidikan, serta pertumbuhan ekonomi daerah. Dampak positif dari program ini bahkan sudah mulai dirasakan oleh petani di sejumlah wilayah. Di Kabupaten Jembrana dan Buleleng, perbaikan irigasi berhasil meningkatkan indeks pertanaman hingga mencapai angka 200.
Penguatan jaringan irigasi ini memberikan kepastian ketersediaan air bagi para petani, terutama saat menghadapi musim kemarau. Menariknya, pengembangan infrastruktur tersebut tetap selaras dengan sistem Subak yang menjadi kearifan lokal masyarakat Bali. Dengan fasilitas yang lebih andal, sistem Subak diharapkan semakin tangguh dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Disarikan dari sumber resmi infopublik.id