Pemerintah Percepat Operasi Koperasi Desa Merah Putih Perkuat Pangan
Jakarta - Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mempercepat operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) guna memperkuat distribusi pangan. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memimpin Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tingkat menteri terkait percepatan tersebut di Jakarta pada Senin (20/4/2026).
Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk memperkuat ekosistem pangan berbasis desa dan meningkatkan efisiensi distribusi logistik. Selain itu, program tersebut diharapkan mampu mendorong kesejahteraan masyarakat secara terintegrasi dan tepat sasaran.
Progres Pembangunan dan Rekrutmen SDM
Menko Zulkifli menyebutkan, progres pembangunan fisik KDKMP hingga 20 April 2026 menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan. Dari total 83.764 desa di Indonesia, sebanyak 5.714 titik telah selesai dibangun, 25.625 dalam proses pembangunan, dan 35.408 lahan siap dibangun.
Pada aspek sumber daya manusia, pemerintah membuka 35.476 formasi yang terdiri atas 30.000 manajer KDKMP dan 5.476 pengelola Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Antusiasme masyarakat tercatat sangat tinggi dengan total jumlah pendaftar mencapai 383.830 orang.
Proses seleksi dilaksanakan berbasis sistem merit secara terbuka, transparan, dan tanpa biaya di bawah koordinasi Panitia Seleksi Nasional. SDM terpilih akan berstatus sebagai pegawai BUMN non-ASN yang akan menjadi motor penggerak distribusi pangan dan ekonomi desa.
Pusat Layanan Ekonomi Terintegrasi
KDKMP dirancang sebagai pusat layanan ekonomi desa yang terintegrasi untuk memudahkan akses masyarakat. Layanan yang disediakan mencakup gerai sembako, unit simpan pinjam, klinik, agen pupuk, layanan keuangan BRILink, hingga pusat distribusi bantuan pemerintah.
Dalam operasionalnya, KDKMP akan bekerja sama dengan berbagai BUMN strategis seperti Bulog, PT Agrinas, PLN, dan PT Pos Indonesia. Keterlibatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan UMKM lokal juga akan terus diperkuat guna menciptakan efek berganda bagi perekonomian desa.
Untuk mendukung penyerapan hasil perikanan dan kelancaran logistik, fasilitas ini dilengkapi penyimpanan pendingin (cold storage) serta sarana transportasi. Pemerintah menargetkan penyelesaian 30.000 unit KDKMP pada Juni–Juli 2026 agar manfaat program dapat dirasakan luas mulai tahun 2027.
Disarikan dari sumber resmi infopublik.id