Logo
Home Berita

Uji Jalan Biodiesel B50 Sektor Otomotif Terbukti Aman, Implementasi Juli 2026

Oleh Redaksi 21 Apr 2026
Uji Jalan Biodiesel B50 Sektor Otomotif Terbukti Aman, Implementasi Juli 2026
Uji Jalan Biodiesel B50 Sektor Otomotif Terbukti Aman, Implementasi Juli 2026 — esdm.go.id
Uji jalan biodiesel B50 pada sektor otomotif oleh Kementerian ESDM menunjukkan hasil aman. Implementasi B50 ditargetkan mulai 1 Juli 2026.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan uji jalan bahan bakar biodiesel 50 persen (B50) di sektor otomotif wilayah Kabupaten Bandung menunjukkan hasil yang aman. Pengujian yang berlangsung sejak Desember 2025 ini dilakukan untuk mempercepat implementasi B50 pada 1 Juli 2026 demi mengatasi lonjakan harga minyak mentah akibat dinamika geopolitik global.

Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menuju ketahanan energi nasional dan transisi energi yang berkelanjutan. Uji coba B50 tersebut tidak hanya menyasar otomotif, tetapi juga angkutan laut, alat pertanian, alat berat tambang, kereta api, dan pembangkit listrik.

Tahapan dan Target Jarak Tempuh B50

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menjelaskan bahwa uji jalan ini diawali dengan uji laboratorium pada awal 2025. Penggunaan B50 pada mesin diesel kemudian diuji secara serentak di enam sektor pengguna mulai 9 Desember 2025.

"Awal 2025 kita sudah melakukan uji teknis laboratorium dan selesai di pertengahan tahun. Lalu kita lakukan kick off dan uji serentak mulai 9 Desember 2025," ujar Eniya di Lembang, Kabupaten Bandung, Selasa (21/4).

Eniya menambahkan bahwa seluruh proses uji dilakukan secara bertahap dan terukur pada berbagai tipe kendaraan. Pengecekan menyeluruh akan dilakukan pada mesin kendaraan setelah target jarak tempuh tercapai untuk melihat dampaknya.

"Bulan Mei nanti, semua kendaraan sektor otomotif di bawah 3,5 ton ditargetkan mencapai 50.000 kilometer. Untuk kendaraan di atas 3,5 ton, target jarak tempuh 40.000 kilometer sudah selesai dipenuhi," jelasnya.

Respons Positif Industri Otomotif

Hingga April 2026, hasil sementara uji jalan menunjukkan penggunaan B50 pada kendaraan diesel berada dalam kondisi aman. Kondisi mesin dan filter bahan bakar masih dalam kategori baik serta berada dalam batas standar rekomendasi pabrikan.

Keberhasilan uji jalan ini disambut positif oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO). Anggota GAIKINDO, Abdul Rochim, berharap spesifikasi bahan bakar yang sedang diujikan dapat menjadi standar untuk implementasi B50 di masa mendatang.

"Kami memandang hasil akhirnya bisa bertahan seperti hasil sementara ini. Tentunya kami sangat senang dan berharap spesifikasi ini menjadi acuan untuk implementasi B50," ungkap Rochim saat dihubungi secara terpisah di Jakarta.

Kualitas Bahan Bakar Penuhi Standar

Hasil pengujian juga membuktikan kualitas bahan bakar B100 sebagai campuran B50 telah memenuhi spesifikasi yang disyaratkan. Parameter penting seperti kadar air maksimal 300 ppm, monogliserida maksimal 0,47 persen massa, dan kestabilan oksidasi minimal 900 menit berhasil dicapai.

Kinerja kendaraan tetap stabil dengan konsumsi bahan bakar yang sesuai standar pabrikan tanpa penurunan performa signifikan. Uji emisi juga mencatat parameter karbon monoksida (CO) dan opasitas berada di bawah batas standar yang berlaku.

Komponen mesin, pelumas, dan sistem bahan bakar terpantau tetap dalam kondisi baik selama periode pengujian. Pengembangan B50 ini terus diperkuat sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi nasional melalui energi domestik terbarukan.

Disarikan dari sumber resmi www.esdm.go.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin