Pemkot Jambi Sinergi dengan REI Percepat Program 3 Juta Rumah
Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi memperkuat sinergi dengan Real Estate Indonesia (REI) untuk mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kolaborasi ini disepakati dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) REI Jambi yang dirangkaikan dengan peresmian kantor DPD REI di Kota Jambi, Selasa (21/4).
Langkah strategis tersebut merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap program nasional pembangunan tiga juta rumah. Upaya ini sekaligus dihadirkan untuk menjawab kebutuhan hunian yang terus meningkat akibat tingginya laju urbanisasi di wilayah tersebut.
Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai insentif khusus guna mendorong percepatan pembangunan perumahan. Salah satu kemudahan utama yang diberikan adalah kebijakan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) nol rupiah untuk kepemilikan rumah pertama bagi masyarakat kurang mampu.
"Selain itu, proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) kami percepat menjadi hanya satu jam," ujar Maulana. Kebijakan ini menjadi bagian dari program prioritas Kota Tangguh dalam visi pembangunan Kota Jambi Bahagia yang inklusif dan berkelanjutan.
Kolaborasi Pemda dan Swasta
Mengingat proyeksi jumlah penduduk Kota Jambi mencapai lebih dari 650 ribu jiwa pada tahun 2025, kebutuhan hunian diprediksi terus melonjak signifikan. Oleh karena itu, Pemkot Jambi menargetkan pembangunan perumahan tidak hanya berjalan cepat, tetapi juga tepat sasaran bagi kelompok MBR.
Maulana menambahkan bahwa masyarakat berhak mendapatkan hunian yang layak dengan lingkungan sehat serta infrastruktur memadai. Dukungan fasilitas dasar seperti ketersediaan air bersih dan jaminan kawasan bebas banjir menjadi prioritas utama pembangunan daerah.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, menegaskan bahwa pembangunan sektor perumahan tidak dapat dilakukan secara mandiri oleh pemerintah. Pendekatan kolaboratif bersama pihak swasta, termasuk REI sebagai mitra strategis, sangat mutlak dibutuhkan untuk mewujudkan penyediaan hunian layak.
Dorong Perekonomian Daerah
Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto, menilai bahwa sektor properti memiliki kontribusi yang sangat signifikan terhadap laju perekonomian daerah. Kontribusi industri ini terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) bahkan tercatat dapat mencapai porsi 35 hingga 55 persen.
Selain berfungsi memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, sektor properti juga dinilai berperan aktif dalam menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat. Industri tersebut turut berimbas pada percepatan pembangunan kawasan perkotaan yang tertata dan terencana dengan baik.
Melalui sinergi erat antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan sektor keuangan, Kota Jambi kini diarahkan menjadi pusat perdagangan dan jasa yang bersih, aman, serta berkelanjutan. "Kami optimistis kolaborasi ini akan memperkuat fondasi pembangunan kota yang merata dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat," pungkas Maulana.
Disarikan dari sumber resmi infopublik.id