Menteri ESDM Bahlil Bidik Pasokan Migas Rusia demi Ketahanan Energi Nasional
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan energi nasional tetap aman setelah menjajaki kerja sama pengadaan minyak dan gas bumi (migas) dengan Rusia. Upaya ini dilakukan sebagai tindak lanjut pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada Senin (13/4), guna menyiasati keterbatasan pasokan energi global akibat konflik di Timur Tengah.
"Di tengah kondisi global yang seperti ini, kita harus mampu mencari cadangan minyak dari berbagai sumber," ujar Bahlil di Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/4). Ia mengonfirmasi bahwa Indonesia akan segera mendapatkan pasokan minyak mentah (crude) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Rusia.
Selain menjamin pasokan migas, pihak Rusia juga menyatakan kesiapannya untuk berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur energi di Indonesia. Langkah strategis ini diharapkan dapat meningkatkan cadangan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional di masa mendatang.
Penerapan Ekonomi Bebas Aktif
Mengingat tingginya kebutuhan minyak mentah domestik yang mencapai sekitar 300 juta ton per tahun, pemerintah terus membuka peluang kerja sama secara luas. Selain dengan Rusia, Indonesia juga aktif menjajaki kerja sama pemenuhan energi dengan Amerika Serikat serta negara-negara Afrika seperti Nigeria.
Bahlil menegaskan bahwa pemerintah konsisten menerapkan prinsip ekonomi bebas aktif dalam mencari sumber pasokan energi. "Jadi kita boleh belanja di mana saja, selama kita komitmen dengan negara-negara yang telah kita ajak kerja sama," jelasnya.
Melalui berbagai kesepakatan tersebut, Bahlil menjamin pasokan minyak mentah Indonesia akan terus tersedia hingga akhir tahun 2026. Untuk target jangka pendek, pasokan juga dipastikan aman hingga Desember tahun ini, sehingga pemerintah kini bisa berfokus pada peningkatan produksi kilang domestik.
Tindak Lanjut Diplomasi di Rusia
Sebelumnya, Bahlil turut mendampingi Presiden Prabowo Subianto menemui Presiden Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, guna membahas kerja sama energi strategis. Diplomasi tingkat tinggi ini berorientasi penuh pada pemenuhan kepentingan nasional, yang mencakup pengembangan kilang dan perluasan perdagangan minyak.
Sehari berselang, Selasa (14/4), Bahlil menindaklanjuti arahan presiden dengan menemui Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev di Moskow. Pertemuan bilateral ini secara khusus membahas peluang konkret terkait kepastian pasokan minyak mentah, LPG, dan infrastruktur penyimpanan (storage).
Kerja sama strategis ini direncanakan berjalan melalui skema antarpemerintah (Government to Government/G2G) maupun antarpelaku usaha (Business to Business/B2B). Sinergi kedua negara diyakini mampu memberikan kepastian jangka panjang terhadap ketersediaan cadangan energi di Tanah Air.
Disarikan dari sumber resmi www.esdm.go.id