Logo
Home Berita

Pendekatan Guru SRT 7 Probolinggo Bangun Percaya Diri Siswa Prasejahtera

Oleh Redaksi 16 Apr 2026
Pendekatan Guru SRT 7 Probolinggo Bangun Percaya Diri Siswa Prasejahtera
Pendekatan Guru SRT 7 Probolinggo Bangun Percaya Diri Siswa Prasejahtera — infopublik.id
Guru SRT 7 Kota Probolinggo menerapkan pendekatan emosional dan bertahap untuk memulihkan motivasi serta kepercayaan diri siswa dari keluarga prasejahtera.

Proses pembelajaran di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 Kota Probolinggo, Jawa Timur, berfokus memulihkan kesiapan belajar siswa prasejahtera. Guru IPA SRT 7, Ajeng Rani, mengungkapkan upaya tersebut dilakukan guna membangun kembali motivasi dan rasa percaya diri siswa di Probolinggo, Kamis (16/4/2026).

Ia menjelaskan, pendekatan dimulai dengan menciptakan ruang belajar yang aman secara emosional karena banyak siswa tidak mendapat pendampingan di rumah. Keamanan psikologis ini menjadi fondasi penting sebelum para siswa mulai memasuki tahap penguatan akademik.

Adaptasi Tiga Bulan dan Tantangan Psikologis

Masa adaptasi siswa di SRT 7 berlangsung cukup panjang hingga mencapai kurun waktu tiga bulan. Waktu penyesuaian tersebut diperlukan untuk menyiapkan kemampuan dasar siswa, baik secara kognitif maupun psikologis.

Dalam praktiknya, para guru kerap menghadapi dinamika perilaku siswa yang dipengaruhi oleh trauma dan pengalaman masa lalu. Beberapa anak masih rentan mengalami kondisi emosional yang tidak stabil, seperti tiba-tiba menarik diri dari kegiatan belajar.

"Ada momen ketika mereka terpicu oleh pengalaman sebelumnya, sehingga enggan belajar atau memilih menyendiri. Di situ peran guru untuk mengingatkan kembali tujuan mereka sangat penting," ujar Ajeng.

Pengenalan Teknologi dari Nol

Selain masalah psikologis, tantangan lainnya adalah kurangnya kemampuan siswa dalam menggunakan teknologi. Sebagian besar siswa belum terbiasa memakai perangkat digital seperti laptop saat pertama kali masuk ke sekolah tersebut.

Pembelajaran teknologi kemudian dilakukan secara bertahap melalui mata pelajaran informatika. Siswa diajarkan dari dasar, mulai dari pengenalan tombol kibor, perangkat lunak pengolah kata, hingga desain sederhana berbasis templat.

"Mereka belajar dari nol, bahkan untuk fungsi dasar pun harus diajarkan satu per satu. Namun, dengan pendampingan intensif, mereka mulai berkembang dan mampu membuat tugas berbasis digital," jelasnya.

Pendekatan Humanis untuk SDM Unggul

Ajeng menilai kunci keberhasilan pembelajaran di Sekolah Rakyat terletak pada kesabaran dan konsistensi pendampingan dari para pendidik. Guru tidak hanya bertindak sebagai pengajar, melainkan juga pembimbing yang memahami kondisi personal setiap siswa.

Pendekatan humanis di SRT 7 ini menjadi bagian dari langkah nyata pemerintah dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul. Upaya ini memastikan anak-anak dari kelompok rentan memiliki kesempatan setara untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin