Logo
Home Berita

Program Tiga Juta Rumah Picu Efek Berganda bagi Ekonomi dan Tenaga Kerja

Oleh Redaksi 16 Apr 2026
Program Tiga Juta Rumah Picu Efek Berganda bagi Ekonomi dan Tenaga Kerja
Program Tiga Juta Rumah Picu Efek Berganda bagi Ekonomi dan Tenaga Kerja — infopublik.id
Program Tiga Juta Rumah dari Presiden Prabowo ciptakan efek berganda bagi ekonomi nasional. KSP sebut program ini libatkan 185 industri dan serap pekerja.

Pemerintah menyatakan Program Tiga Juta Rumah yang digagas Presiden Prabowo Subianto mampu memberikan efek berganda bagi perekonomian dan penyerapan tenaga kerja. Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/4/2026), menjelaskan program ini memicu peningkatan permintaan rantai pasok secara luas.

Menurut Qodari, eksekusi program tersebut memicu reaksi berantai yang menggerakkan roda perekonomian nasional. Dampak positif ini dirasakan langsung oleh berbagai sektor usaha, mulai dari skala mikro hingga korporasi besar.

Libatkan Ratusan Industri Hulu dan Hilir

Pembangunan perumahan ini diklaim melibatkan sedikitnya 185 industri turunan yang tersebar di sektor hulu dan hilir. Pada sektor hulu, terjadi lonjakan permintaan material dasar seperti semen, baja ringan, keramik, batu bata, genteng, dan cat.

Sementara itu, pada sektor hilir, program ini mendorong pertumbuhan UMKM furnitur, produsen peralatan rumah tangga, dan jasa desain interior. Sektor pendukung lain seperti jasa keuangan asuransi dan perbankan juga turut merasakan pertumbuhan.

Aktivitas ekonomi di sektor hilir diyakini akan semakin meningkat pada masa mendatang. Hal ini terutama akan terlihat setelah proses pembangunan rampung dan hunian diserahterimakan kepada masyarakat.

Serap Tenaga Kerja Lintas Profesi

Selain memperkuat industri domestik, inisiatif ini berpotensi besar dalam menyerap tenaga kerja secara masif. Pembangunan satu unit rumah tapak rata-rata membutuhkan lima hingga tujuh pekerja, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Program tersebut juga membuka peluang kerja bagi beragam profesi spesifik. Beberapa di antaranya meliputi arsitek, insinyur sipil, mandor bangunan, hingga para tenaga kerja di sektor logistik dan informal.

Melalui ekosistem ekonomi baru ini, pemerintah menaruh harapan besar pada penyediaan perumahan nasional. Pembangunan ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan hunian, tetapi juga menjadi instrumen penggerak ekonomi riil dan pembuka lapangan kerja yang luas.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin