Logo
Home Berita

Kemendes PDT Wujudkan Program Satu Desa Satu PAUD di Serang

Oleh Redaksi 16 Apr 2026
Kemendes PDT Wujudkan Program Satu Desa Satu PAUD di Serang
Kemendes PDT Wujudkan Program Satu Desa Satu PAUD di Serang — infopublik.id
Kemendes PDT dan Kemendikdasmen bersinergi wujudkan program Satu Desa Satu PAUD di Serang serta mengawal pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.

Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menggandeng Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mewujudkan program satu desa satu PAUD. Sinergi ini diumumkan oleh Mendes PDT Yandri Susanto di Ponpes BAI Mahdi, Kabupaten Serang, pada Selasa (14/4/2026). Langkah strategis tersebut bertujuan untuk memastikan pemerataan akses dan mutu pendidikan hingga ke tingkat desa.

Mendes PDT Yandri Susanto menjelaskan bahwa pihaknya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Mendikdasmen Abdul Mu'ti. Program kolaborasi ini mencakup pembangunan fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang layak di perdesaan. Selain itu, pemerintah juga berfokus pada peningkatan sarana dan prasarana guna menunjang proses belajar mengajar.

Potensi Besar Kabupaten Serang

Kabupaten Serang dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi wilayah percontohan dalam implementasi program pendidikan desa ini. Wilayah tersebut memiliki 326 desa secara keseluruhan tanpa adanya satu pun kawasan berstatus kelurahan.

“Maka Menteri Desa punya kepentingan langsung atau tidak langsung untuk memastikan mutu pendidikan itu benar adanya di semua desa di Kabupaten Serang,” kata Yandri. Hal ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memajukan sumber daya manusia secara merata di kawasan perdesaan.

Pengawalan Makan Bergizi Gratis (MBG)

Selain sektor pendidikan, Mendes PDT mengajak seluruh insan pendidikan untuk turut mengawal pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah. Keberhasilan inisiatif ini sangat bergantung pada peran aktif kepala sekolah, pengawas, serta pemangku kepentingan di daerah.

Yandri meminta para tenaga pendidik untuk menjadi pengawas guna memastikan kualitas, kuantitas, dan kehigienisan hidangan bagi anak-anak. Ia mengingatkan agar tidak terjadi permasalahan kesehatan pada peserta didik dan mendorong pelaporan jika ditemukan ketidaksesuaian di lapangan.

Menurutnya, program MBG memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan potensi desa, seperti peternakan ayam petelur, pertanian jagung, hingga perikanan. Melalui sinergi lintas kementerian dan dukungan daerah, peningkatan kualitas pendidikan serta gizi masyarakat diharapkan berjalan optimal dan berkelanjutan.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin