Kemensos Targetkan Pembangunan 101 Sekolah Rakyat Rampung Juni 2026
Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di 101 titik di seluruh Indonesia rampung pada akhir Juni 2026. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf optimistis target tersebut tercapai berkat pelibatan sekitar 60.000 tenaga kerja dalam pengerjaannya.
Mensos yang akrab disapa Gus Ipul menyatakan, progres pembangunan fisik di sejumlah lokasi saat ini telah mencapai 20 hingga 30 persen. Pengerjaan proyek strategis ini dilakukan langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui koordinasi intensif bersama Kemensos dan pemerintah daerah setempat.
"Beberapa titik pembangunan, jumlah pekerja bahkan mencapai ratusan orang sehingga secara total terdapat sekitar 60 ribu tenaga kerja yang terlibat," ujar Mensos dalam keterangan resmi, Senin (13/4/2026). Ia juga memastikan seluruh lahan pembangunan berstatus bersih dan bebas sengketa guna menghindari kendala teknis maupun hukum.
Kesiapan Operasional dan Calon Siswa
Menjelang target operasional pada Juli 2026, Kemensos tengah melakukan penjangkauan calon siswa berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Langkah pendataan ini dilakukan guna memastikan bantuan pendidikan gratis menyasar anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah.
Hingga saat ini, pemerintah telah menjalankan 166 titik Sekolah Rakyat Rintisan di 38 provinsi dengan kapasitas 15.900 siswa. Pembangunan 101 gedung baru ini merupakan bagian dari target jangka panjang pemerintah untuk mendirikan total 500 Sekolah Rakyat permanen hingga tahun 2029.
Program Prioritas Pengentasan Kemiskinan
Dengan target penyelesaian pada Juni 2026, gedung-gedung tersebut diproyeksikan siap digunakan untuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada bulan berikutnya. Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto yang menyasar anak-anak pada tingkat kesejahteraan Desil 1-4.
Program pendidikan gratis ini dirancang khusus sebagai model pengentasan kemiskinan terpadu yang diusung oleh pemerintah. Inisiatif tersebut akan mengintegrasikan layanan pendidikan dasar dengan berbagai program unggulan negara lainnya demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Disarikan dari sumber resmi infopublik.id