Logo
Home Berita

Bertemu di Kremlin, Prabowo dan Putin Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Oleh Redaksi 14 Apr 2026
Bertemu di Kremlin, Prabowo dan Putin Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia
Bertemu di Kremlin, Prabowo dan Putin Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia — infopublik.id
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin sepakat memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Rusia dalam pertemuan di Kremlin, Moskow.

Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto dan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin mengadakan pertemuan kenegaraan di Istana Kremlin, Moskow, Rusia, pada Senin (13/4/2026). Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat kemitraan strategis kedua negara di tengah dinamika global, khususnya pada peningkatan sektor ekonomi.

Presiden Putin menegaskan bahwa kunjungan Presiden Prabowo memiliki makna yang sangat besar bagi kedua negara. Ia menyebut hubungan Indonesia dan Rusia terus berkembang dengan substansi kerja sama yang semakin kuat. Hal ini sejalan dengan deklarasi kemitraan strategis yang telah disepakati bersama pada tahun 2025 lalu.

Peningkatan Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan

Kerja sama ekonomi menjadi salah satu pilar utama dalam hubungan bilateral Indonesia dan Rusia. Putin menyoroti adanya peningkatan nilai perdagangan kedua negara yang sempat mencapai angka 12 persen. Meskipun demikian, ia mengakui adanya sedikit perlambatan kinerja perdagangan pada awal tahun ini.

Untuk mengatasi perlambatan tersebut, Putin menekankan pentingnya mencari solusi dan langkah nyata bersama. "Kami berharap pertemuan ini dapat menghasilkan langkah konkret untuk meningkatkan kemitraan kedua negara," ujar Putin.

Ekspansi Sektor Strategis dan Peluang BRICS

Selain sektor ekonomi, Rusia juga mendorong penguatan kolaborasi di berbagai bidang strategis lainnya. Sektor tersebut secara spesifik meliputi ketahanan energi, antariksa, pertanian, industri, farmasi, serta pengembangan pendidikan.

Koordinasi di forum internasional antara kedua negara juga dinilai berjalan sangat baik melalui kementerian luar negeri masing-masing. Terlebih lagi, keanggotaan Indonesia dalam kelompok BRICS dinilai membuka peluang baru untuk perluasan kerja sama bilateral. Peluang ini turut mencakup prospek kemitraan dengan Uni Ekonomi Eurasia guna mendukung stabilitas dan kemajuan global.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin