Logo
Home Berita

Fakta Ilmiah Keamanan Galon Guna Ulang dari Isu Migrasi BPA

Oleh Redaksi 14 Apr 2026
Fakta Ilmiah Keamanan Galon Guna Ulang dari Isu Migrasi BPA
Fakta Ilmiah Keamanan Galon Guna Ulang dari Isu Migrasi BPA — infopublik.id
Penelitian USU, ITB, dan UIM buktikan galon guna ulang polikarbonat aman dari migrasi BPA pada suhu normal di Indonesia. Simak fakta selengkapnya.

Menjawab keresahan publik mengenai isu Bisphenol A (BPA), penelitian terbaru dari tiga universitas di Indonesia pada Senin (13/4/2026) membuktikan bahwa galon guna ulang polikarbonat (PC) aman digunakan. Peneliti dari Universitas Sumatera Utara (USU), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Islam Makassar (UIM) memastikan tidak ada migrasi BPA ke dalam air minum pada suhu lingkungan normal.

Belakangan ini, isu BPA mencuat di media sosial sebagai racun tersembunyi yang dituduh memicu autisme, kanker, hingga kemandulan. Namun, klaim tersebut terbantahkan oleh bukti ilmiah yang menunjukkan tidak adanya migrasi zat berbahaya pada kemasan galon.

"Meskipun galon didistribusikan pada siang hari, migrasi BPA tidak akan terjadi apabila suhu tidak mencapai 159 derajat Celsius," jelas Ketua Tim Peneliti USU, Prof. Dr. Juliati Tarigan. Ia menambahkan, suhu tertinggi yang tercatat di Indonesia saat ini hanya mencapai 38,5 derajat Celsius.

Penelitian ITB dan UIM Perkuat Bukti

Hasil serupa juga ditemukan oleh tim peneliti dari UIM dan ITB. Ketua Program Studi Kimia UIM, Endah Dwijayanti, menjelaskan bahwa penelitian ini didorong oleh maraknya pemberitaan yang membuat masyarakat resah.

Riset dari UIM tersebut telah diterbitkan dalam Journal of Food Science and Technology pada Juni 2023. Senada dengan itu, mantan Kepala Laboratorium Teknologi Polimer dan Membran ITB, Akhmad Zainal Abidin, menegaskan bahwa semua sampel air minum yang diuji terbukti aman.

"Dari penelitian yang kami lakukan, kami tidak mendeteksi (non-detected) BPA di semua sampel AMDK yang diuji," ungkap Akhmad Zainal. Air minum tersebut juga dipastikan telah memenuhi standar internasional dan regulasi pemerintah.

Ketahanan Galon Polikarbonat di Suhu Tropis

Ahli polimer, Oka Tan, menjelaskan bahwa galon guna ulang polikarbonat memiliki ketahanan yang lebih baik dibandingkan kemasan sekali pakai. Material ini sangat cocok digunakan untuk produk makanan dan minuman di negara beriklim tropis karena sifatnya yang stabil.

Oka merinci bahwa migrasi BPA dari galon PC baru bisa terjadi pada pemanasan ekstrem, yakni mulai 70 derajat Celsius. "Kecuali nanti suhu kita di dunia pada siang hari sampai 70 derajat, tapi saat ini di Indonesia maksimal cuma 40 derajat," tuturnya.

Tidak Ada Dampak Kesehatan yang Terbukti

Pakar Teknologi Pangan, Hermawan Seftiono, menyoroti bahwa tidak ada satupun penelitian internasional yang secara spesifik membahas migrasi BPA dari galon air. Selain itu, tidak ada data epidemiologi di Indonesia yang menunjukkan lonjakan penyakit akibat konsumsi air dari galon PC selama lima dekade terakhir.

Hermawan menerangkan bahwa BPA memang berbahaya jika berdiri sendiri, namun reaksi polimerisasi menjadi senyawa polikarbonat menghilangkan bahaya tersebut. Konsentrasi BPA tertinggi justru ditemukan pada kemasan makanan kaleng serta botol susu bayi yang dipanaskan, bukan pada galon.

Keamanan penggunaan galon guna ulang juga telah dijamin secara ketat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). "Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa mengonsumsi air dari galon polikarbonat berbahaya," pungkas Hermawan.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin