Logo
Home Berita

Kemenkes Perkuat Imunisasi dan MTBS Tekan Lonjakan Kasus Campak 2026

Oleh Redaksi 13 Apr 2026
Kemenkes Perkuat Imunisasi dan MTBS Tekan Lonjakan Kasus Campak 2026
Kemenkes Perkuat Imunisasi dan MTBS Tekan Lonjakan Kasus Campak 2026 — infopublik.id
Kemenkes RI memperkuat cakupan imunisasi rutin dan penerapan MTBS di puskesmas untuk menekan lonjakan kasus campak di Indonesia pada tahun 2026.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memperkuat cakupan imunisasi dan penerapan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) di fasilitas kesehatan untuk menekan lonjakan kasus campak di Indonesia. Hal ini ditegaskan oleh Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga Kemenkes, Lovely Daisy, dalam sebuah webinar pada Minggu (12/4/2026) guna merespons tingginya kasus secara nasional.

Langkah strategis tersebut mencakup peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di lini terdepan, khususnya di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Pendekatan MTBS menjadi standar pelayanan penting untuk mencegah risiko komplikasi hingga kematian pada balita yang sakit.

Ancaman Komplikasi dan Temuan Kasus

Daisy mengingatkan bahwa campak bukan penyakit ringan karena dapat memicu komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, hingga radang otak. Kondisi ini sangat berisiko menyebabkan kematian, khususnya pada anak-anak yang belum divaksinasi secara lengkap.

Berdasarkan data Kemenkes tahun 2025, tercatat lebih dari 63.000 kasus suspek campak dengan 36.584 pasien terkonfirmasi positif. Persebaran penyakit menular ini telah mencakup 421 kabupaten/kota di 37 provinsi dan mengakibatkan 69 kasus kematian.

Lonjakan Kasus di Awal 2026

Memasuki awal tahun 2026, Kemenkes kembali mencatat adanya 58 Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di 39 kabupaten/kota yang tersebar di 14 provinsi. Puncak penularan dilaporkan terjadi pada minggu pertama dengan temuan sekitar 2.932 kasus suspek campak di berbagai daerah.

Sebagian besar infeksi tersebut dialami oleh anak-anak yang belum mendapatkan pelindungan imunisasi. Oleh karena itu, imunisasi rutin maupun imunisasi kejar tetap menjadi langkah pencegahan paling efektif untuk menekan tingkat penularan.

Kemenkes berharap peran aktif tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus bersinergi. Sinergi lintas sektor serta penanganan cepat sesuai standar MTBS sangat krusial agar anak-anak Indonesia terhindar dari bahaya penyakit campak.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin