Logo
Home Berita

BRIN dan Bulog Uji Teknologi Iradiasi Nuklir untuk Perpanjang Umur Simpan Beras

Oleh Redaksi 13 Apr 2026
BRIN dan Bulog Uji Teknologi Iradiasi Nuklir untuk Perpanjang Umur Simpan Beras
BRIN dan Bulog Uji Teknologi Iradiasi Nuklir untuk Perpanjang Umur Simpan Beras — infopublik.id
BRIN dan Perum Bulog menjajaki teknologi iradiasi nuklir untuk menjaga mutu dan memperpanjang masa simpan beras demi ketahanan pangan nasional.

TANGERANG SELATAN - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Perum Bulog berkolaborasi menguji teknologi iradiasi nuklir untuk memperpanjang masa simpan beras. Sinergi ini ditandai dengan kunjungan teknis di fasilitas Akselerator Elektron Energi Tinggi (AEET) BRIN di Tangerang Selatan yang disampaikan secara tertulis pada Senin (13/4/2026).

Langkah ini merupakan kelanjutan dari pertemuan strategis kedua lembaga pada Februari 2026 lalu. Tujuannya adalah mendorong inovasi pangan berbasis riset guna memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Dalam kunjungan tersebut, tim Bulog meninjau langsung proses iradiasi menggunakan akselerator elektron dari sistem konveyor hingga ruang iradiasi. Teknologi canggih ini dinilai ampuh mengendalikan hama dan menghambat mikroorganisme tanpa mengubah sifat dasar beras.

Solusi Strategis Logistik Pangan

Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) BRIN, Syaiful Bahkri, menyebut inovasi ini sebagai solusi strategis dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan. Ia berharap kolaborasi bersama Bulog dapat mempercepat implementasi teknologi iradiasi secara nyata di lapangan.

Direktur SDM dan Transformasi Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto, menyatakan peningkatan umur simpan beras akan berdampak positif pada stabilitas pasokan maupun harga. Pengelolaan stok serta jalur distribusi dipastikan akan menjadi jauh lebih efisien berkat kualitas yang terjaga.

Kajian Lanjutan dan Implementasi

Sementara itu, Kepala Divisi Logistic Supply Chain Bulog, Joko Suryono, menambahkan bahwa integrasi teknologi iradiasi ke dalam sistem logistik masih membutuhkan kajian lanjutan. Aspek utama yang perlu dipertimbangkan secara matang mencakup sisi teknis operasional dan keekonomian.

Ke depannya, kedua lembaga sepakat untuk terus memperdalam analisis teknoekonomi sekaligus menyiapkan draf perjanjian kerja sama. Mereka juga akan memperkuat koordinasi dengan operator fasilitas guna mengidentifikasi kebutuhan uji coba pada komoditas beras.

Sinergi erat ini menegaskan peran penting inovasi teknologi nuklir dalam membangun sistem logistik pangan nasional. Hal tersebut diyakini mampu menjaga ketersediaan pangan yang lebih tangguh, efisien, dan aman bagi seluruh masyarakat.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin