Logo
Home Berita

Warga Dusun Blumbang Kulon Progo Nikmati Listrik Hemat dari PLTMH

Oleh Redaksi 16 May 2026
Warga Dusun Blumbang Kulon Progo Nikmati Listrik Hemat dari PLTMH
Warga Dusun Blumbang Kulon Progo Nikmati Listrik Hemat dari PLTMH — infopublik.id
Warga Dusun Blumbang, Kulon Progo, kini menikmati listrik hemat dan bersih dari PLTMH. Pembangkit ini dukung kemandirian energi serta ekonomi lokal.

Warga Dusun Blumbang, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kini menikmati akses energi murah melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Blumbang. Fasilitas energi yang dibangun oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini terbukti terus membantu menekan pengeluaran warga hingga Selasa (12/5/2026).

Operator PLTMH Blumbang, Walijo (53), menjelaskan bahwa pembangkit ini memanfaatkan aliran air irigasi Selokan Mataram di wilayah Kalibawang. Pembangunan fasilitas energi bersih ini dimulai sejak 2014, dan mulai dimanfaatkan secara penuh oleh masyarakat pada 2017.

Sejak awal beroperasi, sekitar 85 kepala keluarga telah memanfaatkan listrik dari pembangkit tersebut. Jumlah pengguna terus bertambah seiring waktu, di mana sebagian besar warga Dusun Blumbang kini beralih menggunakan listrik mikrohidro.

Dukung UMKM dan Tekan Biaya Listrik

Kehadiran PLTMH tidak hanya memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mendukung berbagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) milik warga. Fasilitas ini ikut menggerakkan roda ekonomi lokal, seperti usaha katering, bengkel las, hingga mebel.

Sebelum adanya pembangkit mikrohidro, warga sepenuhnya bergantung pada listrik PLN dengan biaya minimal sekitar Rp50 ribu per bulan. Kini, warga hanya perlu membayar iuran pemeliharaan jaringan dan gotong royong sebesar Rp5 ribu per bulan.

Walijo menegaskan bahwa dinas terkait tidak menarik retribusi dari pemanfaatan listrik tersebut. Dana iuran warga murni digunakan untuk biaya perawatan jaringan, seperti perbaikan lampu rusak atau pemeliharaan rutin.

Sistem Cadangan Energi dan Kapasitas PLTMH

PLTMH Blumbang juga berfungsi sebagai cadangan energi yang penting saat terjadi gangguan listrik PLN, terutama pada musim hujan. Setiap rumah di Dusun Blumbang memiliki dua jalur kelistrikan, sehingga warga bisa beralih sumber listrik dengan mudah.

Pembangkit ini memiliki kapasitas sekitar 35 kilowatt (kW) dengan beban puncak pemakaian harian berkisar antara 16 hingga 17 kW. Kapasitas tersebut terbukti tangguh memenuhi kebutuhan warga, termasuk saat acara besar seperti hajatan atau pentas wayang.

Selain menghasilkan energi listrik, aliran air yang masuk ke PLTMH tetap menjalankan fungsi utamanya untuk mengairi lahan pertanian. Hal ini membuktikan bahwa fasilitas tersebut memiliki dua fungsi strategis yang saling mendukung aktivitas desa.

Kemandirian Energi Berbasis Potensi Lokal

Saat ini, tantangan utama dalam pengelolaan pembangkit adalah biaya pemeliharaan peralatan yang membutuhkan dukungan anggaran lebih besar. Pengelola juga berencana mengusulkan pengaktifan kembali jaringan sisi utara pada 2027 agar distribusi listrik lebih optimal.

Secara terpisah pada Selasa (12/5/2026), Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Sleman, Anna Rina Herbranti, turut mengapresiasi pemanfaatan potensi energi lokal. Ia menilai DIY yang minim energi fosil sangat membutuhkan pengembangan energi baru terbarukan.

Menurut Anna, keberadaan PLTMH menjadi bukti nyata bahwa potensi lokal mampu menciptakan energi bersih sekaligus mendukung ketahanan energi masyarakat. Model kemandirian energi seperti ini diharapkan terus dikembangkan sebagai sistem energi yang tangguh dan berkelanjutan di DIY.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:

Komentar Facebook

Link berhasil disalin