Presiden Prabowo Tegur Aparat Penegak Hukum: Jangan Lindungi Korupsi
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya pembenahan aparat penegak hukum dan pemberantasan korupsi pada peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Peringatan tegas ini disampaikan agar institusi penegak hukum tidak menjadi pelindung bagi tindak kejahatan seperti korupsi dan penyelundupan.
Prabowo mengatakan bahwa lembaga hukum harus dijaga marwah serta integritasnya sebagai tempat pencarian keadilan, terutama bagi masyarakat kecil. Oleh karena itu, pemerintah berupaya meningkatkan kesejahteraan guna memperkuat peradilan, salah satunya dengan menaikkan gaji hakim junior hingga hampir 300 persen.
Koreksi Internal Aparat dan Penolakan Perlindungan Koruptor
Presiden menyebut bahwa pengadilan merupakan benteng terakhir rakyat dalam memperoleh keadilan di mata hukum. Karena itu, seluruh aparat negara mulai dari kejaksaan, kepolisian, hingga TNI diminta melakukan koreksi internal dan membersihkan institusi dari praktik penyelewengan.
Prabowo mengingatkan aparat agar tidak terlibat dalam praktik ilegal maupun menjadi pelindung kejahatan, termasuk penyelundupan dan peredaran narkotika. Ia mengaku sedih karena masih kerap menerima laporan mengenai pejabat negara yang justru menyalahgunakan amanah demi kepentingan pribadinya.
Lebih lanjut, Presiden menegaskan tidak akan memberikan perlindungan kepada pihak mana pun yang terbukti melanggar hukum, meskipun memiliki kedekatan politik atau personal dengannya. Ia memerintahkan aparat untuk terus melanjutkan pemeriksaan secara profesional jika terdapat indikasi penyelewengan.
Aparat sebagai Pelayan Rakyat dan Ketahanan Nasional
Kembali menyinggung kasus aktivis buruh Marsinah pada tahun 1993, Prabowo meminta peristiwa tersebut menjadi pengingat agar aparat tidak menindas rakyat kecil demi kepentingan segelintir pihak. Seluruh aparat negara dituntut untuk bekerja secara profesional dan murni menjadi pelayan masyarakat.
Selain fokus pada reformasi penegakan hukum, Presiden menyoroti posisi ekonomi Indonesia yang relatif kuat di tengah tekanan konflik geopolitik serta gangguan rantai pasok energi global. Ia meminta jajaran pemerintah terus menjaga ketahanan pangan nasional melalui penguatan sektor pertanian secara masif.
Prabowo turut mengapresiasi peran Kementerian Pertanian, TNI, dan Polri dalam mendukung program pangan nasional, termasuk pada peningkatan produksi jagung. Sebagai penutup, ia mengajak para pengusaha untuk membangun semangat "Indonesia Incorporated" demi memastikan terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
Disarikan dari sumber resmi infopublik.id