BGN dan Pertamina Atasi Kelangkaan Gas Elpiji untuk Program MBG di NTT dan NTB
Kelangkaan gas elpiji 12 kilogram yang sempat mengganggu operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) akhirnya teratasi pada Rabu, 13 Mei 2026. Hal ini terwujud berkat langkah cepat Badan Gizi Nasional (BGN) yang berkoordinasi langsung dengan PT Pertamina (Persero).
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyampaikan bahwa pihaknya telah melapor ke Pertamina Holding guna menuntaskan masalah tersebut. Laporan itu langsung direspons oleh jajaran direksi Pertamina untuk memastikan kebutuhan gas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) segera terpenuhi.
Nanik mengapresiasi respons cepat pihak Pertamina dalam menangani persoalan distribusi pasokan energi di wilayah terdampak. Menurutnya, sinergi lintas lembaga menjadi kunci utama agar layanan gizi masyarakat melalui MBG tidak terganggu dan tetap berjalan maksimal.
Prioritas Distribusi Elpiji di Wilayah Terdampak
Menindaklanjuti laporan dari BGN, Direktur Utama Sub Holding Downstream (SHD) PT Pertamina (Persero), Mars Ega Legowo Putra, memastikan distribusi elpiji untuk SPPG langsung diprioritaskan. Sebanyak 220 tabung gas langsung dikirim ke wilayah Kefamenanu dan Belu pada hari yang sama.
Selain itu, Pertamina juga mendistribusikan sebanyak 200 tabung gas elpiji untuk SPPG di Kota Kupang serta wilayah kabupaten sekitarnya. Ega menegaskan bahwa percepatan distribusi juga terus diupayakan untuk area lain seperti Sumba dan Manggarai agar seluruh layanan MBG kembali normal.
Pertamina berkomitmen penuh untuk terus mengawal ketersediaan pasokan elpiji agar operasional dapur MBG tidak lagi terhambat di kemudian hari. Sebelumnya, sejumlah SPPG di wilayah NTT dan NTB dilaporkan terpaksa menghentikan operasional sementara akibat sulitnya memperoleh gas elpiji 12 kilogram.
Disarikan dari sumber resmi infopublik.id