Pemerintah Akselerasi Kepastian Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional 2026
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kepastian investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional di Jakarta, pada Selasa (12/5/2026). Upaya strategis ini dilakukan melalui penguatan sinergi lintas kementerian dan lembaga guna menghadapi berbagai dinamika ekonomi global secara efektif.
"Ekonomi global pada tahun 2026 masih menghadapi berbagai tantangan signifikan. Namun, Indonesia tetap menunjukkan ketahanan dan berada pada posisi yang baik," ujar Airlangga saat membuka International Seminar on Debottlenecking Channel.
Ketahanan ekonomi Indonesia terbukti pada triwulan pertama tahun 2026 dengan angka pertumbuhan yang mencapai 5,61 persen. Capaian positif ini didukung oleh tingkat inflasi yang stabil di level 2,42 persen serta surplus neraca perdagangan selama 71 bulan berturut-turut.
Pembentukan Satgas Percepatan Investasi
Untuk memperkuat akselerasi pertumbuhan ekonomi, Presiden RI Prabowo Subianto telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2026. Aturan tersebut mendasari pembentukan Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi (Satgas P3-MPPE).
Satgas ini bertugas menyederhanakan proses birokrasi dan mempercepat penyelesaian hambatan dalam implementasi program strategis nasional. Pemerintah berharap keberadaan satgas mampu menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif bagi para pelaku dunia usaha.
Fungsi Utama Saluran Penyelesaian Hambatan
Dalam kesempatan yang sama, Menko Airlangga memaparkan tiga fungsi utama debottlenecking channel sebagai sarana komunikasi dengan investor. Mekanisme ini dirancang khusus untuk menangkap dan mengelola hambatan investasi secara waktu nyata di lapangan.
Selain menyediakan kanal pengaduan yang kredibel, sistem tersebut akan menerjemahkan masukan investor menjadi rekomendasi kebijakan konkret. Pemerintah optimis penguatan mekanisme ini akan menjadikan Indonesia sebagai destinasi investasi yang aman dan terprediksi.
"Mari kita ubah hambatan-hambatan ini menjadi saluran yang terbuka lebar untuk kemakmuran bersama," tutup Airlangga di akhir penjelasannya kepada para pemangku kepentingan.
Disarikan dari sumber resmi infopublik.id