Kemenag Dorong SPPG Pesantren 2026 Jadi Penggerak Ekonomi Mandiri
Pada Senin, 11 Mei 2026, Kementerian Agama (Kemenag) mendorong pengajuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pesantren 2026 di Jakarta. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi mandiri pondok pesantren melalui pengembangan usaha produktif berbasis komunitas secara berkelanjutan.
Direktur Pondok Pesantren Kemenag, Basnang Said, menyatakan bahwa pesantren memiliki potensi besar untuk mengintegrasikan program gizi dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. Ia menegaskan bahwa SPPG tidak boleh sekadar menjadi penyedia makanan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi pesantren.
Kemenag mencatat bahwa program inkubasi bisnis sejak 2021 hingga 2025 telah berhasil melahirkan 4.185 pesantren mandiri secara ekonomi. Capaian tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam mengembangkan model pemberdayaan ekonomi baru melalui kehadiran program SPPG.
Integrasi Usaha Produktif Pesantren
Pengelolaan dapur SPPG nantinya akan diintegrasikan dengan berbagai unit usaha produktif milik pesantren. Unit usaha tersebut mencakup sektor budidaya ikan lele, pertanian, hingga perkebunan yang hasilnya langsung diserap untuk kebutuhan dapur.
Pola tersebut dirancang agar pesantren mampu menciptakan pasar internal yang membuat komunitas mandiri dalam pemenuhan pangan harian para santri. Selain memperkuat ketahanan pangan pesantren, model ini juga diharapkan dapat meningkatkan perputaran ekonomi lokal sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru berbasis komunitas.
Sinergi dengan Badan Gizi Nasional
Ke depannya, Kemenag akan memperkuat sinergi strategis dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kolaborasi ini bertujuan untuk mendampingi pondok pesantren dalam mengembangkan berbagai sektor usaha produktif secara bertahap.
Langkah tersebut sejalan dengan agenda Asta Cita pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kemenag berharap integrasi ini memperkuat peran pesantren, tidak hanya sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga pusat penguatan ekonomi umat yang berkelanjutan.
Disarikan dari sumber resmi infopublik.id