Mensos Klarifikasi Sepatu Sekolah Rakyat yang Viral Bukan dari Kemensos
Jakarta - Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan klarifikasi terkait foto pembagian sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat yang viral di media sosial. Dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Jakarta, pada Rabu, menyusul keterangannya pada Selasa (5/5), ia menegaskan sepatu tersebut bukan pengadaan Kementerian Sosial.
Mensos menjelaskan, konten viral itu memperlihatkan dirinya bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan sepatu di Malang. Sepatu tersebut murni merupakan program bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk siswanya. "Bukan sepatu dari Kementerian Sosial," tegas Saifullah.
Mekanisme Pengadaan Kemensos
Terkait pengadaan barang untuk Sekolah Rakyat oleh Kemensos, Saifullah memastikan semuanya melalui mekanisme lelang terbuka. Penentuan anggaran diproses secara bertahap dan turut melibatkan DPR RI dalam pembahasannya.
Pengadaan ini mempertimbangkan jumlah siswa, kebutuhan setiap sekolah, serta jaminan mutu bahan yang memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Prosesnya diawasi ketat secara internal oleh Inspektorat Jenderal maupun pihak eksternal.
Pengawasan eksternal tersebut melibatkan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Kejaksaan Agung, Polri, dan BPKP. Saifullah menjamin proses pengadaan dilakukan dengan sangat berhati-hati sesuai aturan yang berlaku.
Sebelumnya pada Selasa (5/5), Mensos memaparkan bahwa siswa Sekolah Rakyat memang menerima empat jenis sepatu dari Kemensos. Keempatnya meliputi sepatu harian, sepatu olahraga, Pakaian Dinas Harian (PDH), dan Pakaian Dinas Lapangan (PDL).
Berdasarkan data lelang, harga sepatu PDL terealisasi sebesar Rp640.000 dari pagu awal Rp700.000. Sementara itu, harga realisasi sepatu harian SMP dan SMA senilai Rp300.000 dari pagu Rp500.000, serta jenjang SD sebesar Rp250.000.
Disarikan dari Berbagai Sumber