Logo
Home Berita

Dedikasi Relawan Dapur MBG Bogor, Siapkan Ribuan Porsi Makanan Sejak Dini Hari

Oleh Redaksi 03 May 2026
Dedikasi Relawan Dapur MBG Bogor, Siapkan Ribuan Porsi Makanan Sejak Dini Hari
Dedikasi Relawan Dapur MBG Bogor, Siapkan Ribuan Porsi Makanan Sejak Dini Hari — bgn.go.id
Hayatunnisa, relawan Dapur MBG Bogor, mendedikasikan waktunya sejak pukul 02.30 dini hari untuk pastikan kualitas dan kebersihan porsi makanan anak.

Bogor — Jarum jam baru menunjukkan pukul 02.30 dini hari ketika Hayatunnisa (26), relawan bagian pemorsian, mulai bersiap di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jogjogan Silma 2, Bogor. Aktivitas pagi buta ini ia lakukan demi menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Badan Gizi Nasional, guna memastikan setiap porsi makanan dibagikan secara tepat, rapi, dan higienis untuk para siswa.

Di ruang yang perlahan dipenuhi kesibukan tersebut, proses memasak bukanlah tahap akhir. Ada satu tahap krusial yang sangat menentukan sebelum makanan sampai ke tangan para siswa, yaitu pemorsian. Di sinilah Hayatunnisa mengambil peran pentingnya.

Menjaga Kualitas dan Kebersihan Makanan

Perempuan berusia 26 tahun itu bertugas memastikan setiap porsi makanan yang telah dimasak dibagi dengan takaran yang sama. Selain itu, tampilan makanan harus tetap rapi dan terjamin kebersihannya.

"Harus lebih hati-hati. Karena ini untuk anak-anak, kita tidak tahu kondisi masing-masing, jadi harus benar-benar dijaga kebersihan dan kualitasnya," ujar Hayatunnisa. Pekerjaan ini menuntut ketelitian tinggi dalam waktu yang sangat terbatas.

Fokus dan Konsistensi Sesuai SOP

Ritme dapur yang cepat tidak memberikan banyak ruang untuk kesalahan. Namun bagi Hayatunnisa, kunci utamanya bukanlah kecepatan semata, melainkan fokus pada pekerjaan.

"Yang penting fokus, jangan terlalu terus-menerus melihat waktu karena nanti malah panik. Kalau kita teliti dan fokus, pekerjaan jadi lebih mudah," katanya. Ia menegaskan bahwa konsistensi dalam tahap pemorsian adalah hal yang tidak bisa ditawar.

Pengalaman membantu usaha katering keluarga sebelumnya membuat Hayatunnisa terbiasa dengan pekerjaan skala besar. Namun, bekerja di dapur Program MBG memberinya perspektif berbeda karena tuntutan kerapian dan ketelitian yang jauh lebih tinggi.

Kontribusi Nyata Melalui Aturan Kerja

Hayatunnisa percaya bahwa kualitas makanan tidak hanya ditentukan oleh satu orang. Setiap bagian di dapur memiliki peran yang saling terhubung satu sama lain.

"Sekecil apa pun pekerjaannya, tetap harus dilakukan dengan benar karena hasilnya langsung diterima orang lain," ungkapnya. Ia juga menekankan pentingnya menjalankan setiap proses sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Di tengah ritme dini hari dan ribuan porsi yang harus disiapkan, ia menemukan makna mendalam dalam pekerjaannya sebagai kontribusi nyata. Di tahap akhir inilah, ia memastikan makanan sampai ke tangan anak-anak sebagai hasil kerja yang penuh tanggung jawab.

Disarikan dari sumber resmi www.bgn.go.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin