Nama Pejabat BGN Dicatut Penipu, Pengelola SPPG Diimbau Waspada
Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I Badan Gizi Nasional (BGN), Harjito, mengungkapkan adanya praktik penipuan yang menyasar pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta pada Rabu (29/4). Oknum tidak bertanggung jawab tersebut kerap mencatut nama pejabat BGN untuk mengelabui korban.
Harjito menjelaskan bahwa pelaku menggunakan namanya dalam komunikasi resmi palsu. Modus ini umumnya memuat informasi terkait pembukaan penangguhan akun (suspend) dan kegiatan inspeksi mendadak (sidak).
"Nama saya sering dipakai untuk penipuan. Sudah banyak yang tertipu," ungkap Harjito. Berbeda dengan penipuan pada umumnya, pelaku tidak meminta imbalan uang secara langsung melainkan menggunakan surel dengan kop yang menyerupai BGN.
Pentingnya Verifikasi Melalui Kanal Resmi
Penggunaan identitas palsu yang bukan dari kanal resmi instansi tersebut kerap membuat penerima pesan telanjur percaya. Oleh karena itu, Harjito menegaskan bahwa seluruh komunikasi BGN hanya dilakukan melalui saluran dan domain yang telah ditetapkan secara resmi.
Dia mengimbau agar masyarakat, khususnya para pengelola SPPG, lebih berhati-hati terhadap surat atau surel yang mencurigakan. Masyarakat diminta tidak langsung menindaklanjuti pesan dengan kop tidak resmi dan segera melakukan verifikasi terlebih dahulu.
Untuk mencegah bertambahnya korban, setiap dugaan penipuan diminta agar segera dilaporkan kepada pihak berwenang atau melalui kanal pengaduan resmi BGN. Kewaspadaan bersama sangat penting guna menjaga integritas program pemenuhan gizi nasional.
Ke depan, BGN berkomitmen untuk memperkuat sistem komunikasi dan sosialisasi kepada publik. Langkah ini diharapkan membuat masyarakat makin mudah membedakan informasi resmi dan meminimalisasi potensi penyalahgunaan nama lembaga.
Disarikan dari sumber resmi www.bgn.go.id