Logo
Beranda Video Berita Video

Pemerintah Percepat Transisi Energi dan Pastikan Stok BBM Nasional Aman

Oleh Tim Redaksi 12 Mar 2026 | 19:54 WIB

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melaporkan perkembangan strategis sektor energi nasional kepada Presiden di Jakarta, Kamis (12/03/2026). Dalam keterangannya, Bahlil menekankan dua fokus utama pemerintah saat ini: percepatan transisi energi hijau dan stabilitas pasokan energi di tengah ketidakpastian geopolitik global.



Akselerasi Energi Baru Terbarukan (EBT)
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah langkah konkret Satgas EBTKE dalam mengurangi ketergantungan pada fosil. Bahlil mengungkapkan rencana besar untuk mengganti seluruh Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berbahan bakar solar yang tersebar di Indonesia dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Geothermal.


"Strateginya adalah membangun pembangkit baru secara paralel. Begitu pembangkit EBT siap beroperasi (COD), PLTD akan langsung dimatikan," jelas Bahlil. Langkah ini diambil guna mengoptimalkan potensi energi dalam negeri dan memperkuat ketahanan energi jangka panjang.



Respon Terhadap Geopolitik dan Stok BBM
Menanggapi isu kelangkaan di beberapa daerah, Menteri ESDM meminta masyarakat untuk tidak melakukan panic buying. Ia menegaskan bahwa stok BBM nasional saat ini berada pada posisi aman untuk 23 hari ke depan, dengan proses produksi dan distribusi yang terus berjalan normal.


Terkait ketegangan di Selat Hormuz yang memicu kenaikan harga minyak mentah (Indonesian Crude Price/ICP), pemerintah telah menyiapkan rencana darurat. Indonesia mulai melirik alternatif impor minyak mentah dari negara-negara di luar Timur Tengah, seperti:



  • Amerika Serikat

  • Nigeria

  • Brasil

  • Australia



Efisiensi dan Subsidi Energi
Meskipun harga minyak dunia sempat fluktuatif hingga menyentuh angka di atas 100 USD per barel, pemerintah masih melakukan penghitungan cermat terkait anggaran subsidi. Saat ini, pemerintah juga sedang mengkaji berbagai opsi kebijakan untuk mendorong efisiensi pemakaian bahan bakar di masyarakat, meskipun belum ada keputusan final mengenai kebijakan seperti bekerja dari rumah (WFH) atau pembatasan lainnya.


Sebagai penutup, Bahlil menegaskan bahwa selain urusan energi, pemerintah tetap konsisten mengawal implementasi hilirisasi industri sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional.

Link berhasil disalin