Presiden melakukan peletakan batu pertama proyek hilirisasi fase kedua yang mencakup 13 proyek, antara lain pembangunan fasilitas kilang gasoline di Cilacap dan Dumai; pembangunan tangki penyimpanan BBM di Palaran, Biak, dan Maumere; pembangunan fasilitas pengolahan batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Tanjung Enim dengan kapasitas 1,4 juta ton per tahun; fasilitas produksi stainless steel berbahan dasar nikel di Morowali dengan kapasitas 1,2 juta ton per tahun; fasilitas produksi slab baja karbon di Cilegon dengan kapasitas 1,5 juta ton per tahun; pengembangan ekosistem dan produksi aspal Buton di Karawang; hilirisasi tembaga dan emas di Gresik; hilirisasi minyak sawit menjadi produk oleofood dan biodiesel di KEK Sei Mangkei; serta fasilitas pengolahan pala menjadi oleoresin dan pengolahan kelapa terintegrasi di Maluku Tengah.
Adapun keseluruhan proyek hilirisasi tersebut mencapai nilai investasi hingga Rp116 triliun dan menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mendorong kebangkitan nasional. Melalui hilirisasi, Indonesia diharapkan mampu memproduksi berbagai produk turunan yang memberikan nilai tambah serta berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang. Cilacap, Jawa Tengah, 29 April 2026. Foto: Tim Media Presiden
Link berhasil disalin