Antisipasi El Nino, Pemerintah Gelar Tanam Padi Serentak di 16 Provinsi
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memimpin Gerakan Tanam Padi Serentak di 16 provinsi secara daring pada Selasa, 21 April 2026. Kegiatan yang berpusat di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Jambi, ini bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan nasional di tengah ancaman fenomena El Nino.
Dalam pelaksanaannya, proses tanam massal tersebut dilakukan secara serempak dengan melibatkan penyuluh, petani, dan Brigade Pangan. Langkah ini turut memanfaatkan teknologi mekanisasi pertanian modern, seperti penggunaan alat rice transplanter serta drone penabur benih dan pupuk.
Secara nasional, Program CSR dilaksanakan di 19 provinsi guna memperkuat produksi padi secara berkelanjutan. Khusus di Provinsi Jambi, Wamentan mendorong percepatan pemanfaatan agar 5.000 hektare lahan CSR dapat langsung masuk ke dalam siklus tanam.
Strategi Antisipasi Perubahan Iklim
Menurut Sudaryono, percepatan penanaman ini merupakan langkah strategis untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim dan cuaca ekstrem. Ia mengajak seluruh pemerintah daerah bergerak cepat meningkatkan produksi pangan pada sisa musim hujan.
"Mumpung masih ada hujan, kita percepat tanam. Kalau tanam lebih cepat, panen juga lebih cepat," ungkap Sudaryono yang juga menjabat Ketua Umum DPN Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dalam keterangannya, Sabtu (25/4/2026).
Pemerintah juga memaksimalkan sumber daya air untuk menghadapi potensi kekeringan. Seluruh sumber air, mulai dari pompa, sumur bor, hingga air sungai, diidentifikasi dan dimanfaatkan agar lahan tercetak tetap bisa ditanami.
Dukungan Daerah Menuju Swasembada Pangan
Gubernur Jambi Al Haris menyambut baik inisiatif percepatan tanam padi di wilayahnya. Saat ini, Jambi memiliki luas lahan baku sawah mencapai 69.000 hektare dengan luasan lahan eksisting sekitar 54.000 hektare.
Ia menuturkan, produksi padi Jambi saat ini baru mampu memenuhi 71 persen kebutuhan konsumsi masyarakat daerah. Oleh karena itu, pihaknya menargetkan penanaman di lahan program CSR meningkat menjadi 4.100 hektare pada tahun 2026 untuk mengejar kekurangan produksi.
"Kami siap mendukung ketahanan pangan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Kami terus mendorong peningkatan luas tanam dengan mengubah pola pikir petani agar menanam dua hingga tiga kali setahun," tegas Al Haris.
Demi mendukung pencapaian target swasembada, Al Haris turut mengusulkan tambahan infrastruktur penunjang di kawasan sentra seperti Tanjung Jabung Timur. Kebutuhan tersebut mencakup pembangunan saluran irigasi, jalan usaha tani, hingga mesin pengering padi.
Disarikan dari sumber resmi infopublik.id